Memang, pada awal kejadian lalu, sudah ada sedikit perhatian, berupa diperlebarnya jalan oleh balai jalan, dengan mengeruk tanah di sisi jalan.
Namun untuk bagian runtuhan jalan, di sisi sungai, belum ada tanda-tanda sama sekali penangangannya, seperti pembuatan beronjong misalnya.
Dikhawatirkan, jika tidak segera dilakukan pembuatan, maka jika dalam waktu dekat terjadi hujan dan volume air naik, bisa terkikis lagi, dan akan menambah kerusakan jalan.
"Kami harap pemerintah pusat segera tanggulangi masalah tersebut, jangan sampai jalan tersebut, habis terkikis air, otomatis sangat membahayakan mengguna jalan," jelas Sanly Lendongan pengguna jalan, Sabtu (9/2).
Memang, pada bulan Januari sudah dibicarakan mengenai perbaikan jalan tersebut, antara Wakil Gubernur dan menurut informasi akan ditangani oleh balai jalan untuk pelebaran, dan balai sungai akan mengerjakan penahan dari kikisan air.
Namun yang sudah dikerjakan baru pelebaran jalan, itupun baru ala kadarnya, sementara bagian pinggir sungai, belum ada penanganan sama sekali.
Saat ini, di pinggir jalan yang runtuh hanya diberikan garis polisi, dan pembatas jalan untuk mengindarkan pengguna jalan dari kecelakaan.
