Proyek pembangunan jalan lingkar utara (Jalingkut) Tegal - Brebes dihentikan oleh PT Bumirejo Jo PT Brantas Abipraya selaku rekanan. Padahal, proyek dengan anggaran mencapai Rp 205 miliar tersebut dalam realisasinya baru sekitar 48 persen. Hal itu terjadi karena tidak ada kejelasan tentang pembayaran.
Menurut Direktur PT Bumirejo Jo PT Brantas Abipraya, Budhi Sarwono, Rabu (20/2), pihaknya sebenarnya siap melaksanakan pekerjaan pembangunan Jalingkut Tegal-Brebes sampai selesai 100 persen. Namun, dalam realisasinya ternyata untuk justek molor sampai 2 tahun.
Selain, saat ini untuk tagihan pembayaran pelaksanaan pekerjaan selama tiga bulan dari November, Oktober dan Desember juga tidak ada kejelasan. "Karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan sementara waktu sambil menunggu kepastian pembayaran pekerjaan yang telah dilakukan," katanya.
Dia menjelaskan, selain proyek Jalingkut dengan jumlah tagihan sebesar Rp 16,8 miliar, paket Pejagan - Losari sisa kekurangan pembayaran sebesar Rp 4 miliar, retensi sebesar Rp 1,6 miliar dan Paket Pasuruan-Pilang sebesar Rp 6,2 miliar, ekskalasi setelah pekerjaan selesai diPHO kurang lebih sebesar Rp 18,4 miliar. Dengan demikian, total yang belum dibayar kurang lebih sebesar Rp 52,2 miliar. "Kondisi demikian menyebabkan kami kesulitan Cash Flow," katanya.
Dia mengemukakan, selain finasial pihaknya juga dirugikan waktu. Hal itu akibat penghentikan pekerjaan. Akibat tidak dibayar menyebabkan kerugian PT Bumirejo yang tidak sedikit. Bahkan, selama tiga bulan gaji karyawan sebanyak 200 orang tidak bayar. Sesuai kontrak sampai Mei 2013. Pihaknya, juga telah mengajukan per pelaksanaaan pekerjaan dari Mei - Desember 2013.
Konsultan Pengawas Cipta Strada Jo Ceci International, Edi Nurtanto mengatakan, kontraktor berhak berhenti karena tidak dibayar sesuai kontrak. Bahkan, apabila mulai lagi pekerjaan bisa dihitung lagi untuk pembayaran.
Menurut dia, dari hasil pengawasan memang dalam perencanaan kurang tepat. Antara lain, tidak adanya tanggul, urugan dan kedalaman pemancangan. "Dari hasil pengawasan dilapangan pelaksanaan pekerjaan sudah mencapai sekitar 48 persen," katanya.