Tiga Kecelakaan Maut Selama Februari

14:12
NTMC-Dalam beberapa pekan ini, sejumlah kecelakaan bus yang menghilangkan belasan nyawa kian menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Kondisi kendaraan yang tak layak, jalan yang rawan kecelakaan, hingga kelalaian sopir, masih menjadi masalah yang perlu terus dievaluasi. Terakhir, tiga kecelakaan maut yang menewaskan belasan penumpangnya terjadi di satu wilayah, yakni jalur puncak. Dan berikut data tiga kecelakaan maut Selama Februari;

1. Kecelakaan Bus Karunia Bakti di Cisarua, 13 Tewas
Bus Karunia Bakti terjun dari jalanan ke vila yang ada di bawah jalan itu di kawasan Cisarua, Bogor, pada Jumat (10/2/2012). Sebelum jatuh terperosok ke vila, bus Karunia Bakti yang akan menuju ke Jakarta menabrak bus Doa Ibu dari arah berlawanan.

Selain itu pangkalan ojek, ruko dan penjual sayur turut diseruduk bus nahas itu, kemudian menabrak gardu listrik dan terjun mengenai villa.

Sebanyak 13 orang tewas dan 40 orang mengalami luka dalam kecelakaan yang melibatkan 2 bus, 7 mobil, dan 5 motor di jalur Puncak ini.

2. Kecelakaan Truk Tronton di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, 16 Tewas
Kecelakaan maut truk tronton di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, Kampung Babakan, Gombong, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Km 12 Patok 2, Jawa Barat, terjadi pada Sabtu (23/2/2013).

Diduga rem truk tidak berfungsi dan lolos. Sopir yang panik lalu membanting setir ke arah kanan. Namun sebelum banting setir ke arah kanan, datang angkot. Sopir truk lalu menabrak angkot yang berpenumpang sekitar 12 orang dan menabrak sekitar 6 motor.

Motor terseret dan hancur semua. 16 Orang meninggal karena tergencet, termasuk pejalan kaki. Lalu truk berhenti setelah menabrak rumah. Namun tidak ada penghuni rumah yang meninggal.

Sopir truk, Manan ditemukan masih hidup saat kejadian. Namun kemudian meninggal. Sedangkan keneknya belum diketahui. Rata-rata korban kondisinya hancur.

3. Kecelakaan Bus Pariwisata Mustika Mega Utama di Ciloto, 17 Tewas 
Bus Pariwisata Mustika Mega Utama menabrak tebing/tikungan Turangga di kawasan Ciloto, Cianjur, Jabar, pada Rabu (27/2) pukul 11.30 WIB. 17 Penumpang tewas karena kecelakaan itu. Penyebabnya kecelakaan diduga karena sopir lalai.

Sang sopir Pandi (45) mengalami luka parah akibat kecelakaan maut ini. Bus bernopol F 7263 K itu  melaju dari Bogor menuju Cianjur membawa rombongan peziarah.

Di tengah jalan, bus kelebihan muatan itu lepas kendali. Selain 17 orang meninggal dunia, 60-an orang dirawat di RSUD Cimacan. Bus dalam kondisi hancur bagian depan ringsek dan sebelah kiri bus rusak parah.

Tebing atau tikungan Turangga adalah nama yang diberikan masyarakat terkait dengan kecelakaan maut bus Turangga pada 1999. Bus tersebut menabrak tebing dan menewaskan 45 orang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »