
Medan - Perilaku oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas)
Ditlantas Polda Sumut yang tak memakai helm saat bersepedamotor langsung
mendapat teguran dari murid Taman Kanak-kanak (TK) dipersimpangan jalan
sebuah lampu merah.
"Hei, Pak Polisi.. Kenapa tidak pakai helm. Masak tidak memberi contoh. Jangan bisanya cuma menangkap masyarakat saja, Pak. Pakai Polisi Lalu Lintas lagi Bapak, malu dong," tegur seorang murid TK dengan bahasa lugas dan fasih kepada seorang perwira polisi lalu lintas yang berada di atas sepeda motornya.
Spontan teguran dari anak usia dini itu membuat kaget sekaligus perasaan malu hati terhadap perwira Polantas berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) itu.
Dengan sikap sigap, polisi yang mengenakan seragam Polantas itu langsung menggapai helm yang disangkutkan di pentolan dekat sayap sisi kanan sepeda motornya.
Setelah mengepaskan helm di kepalanya sembari menoleh kanan dan kiri, dengan bibir tersenyum kecut disimpul malu ke sang penegur, Polantas itu langsung mengencangkan gas sepeda motornya setelah traffick light menunjukkan lampu hijau.
Ironi ini kemungkin sekali pernah terjadi secara nyata dalam berlalulintas sehari-hari. Tapi, teguran tadi merupakan skenario simulasi oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut bekerjasama TK Al-Musabbihin Medan, kemarin, di Pelataran Parkir Kantor Ditlantas Polda Sumut, Jalan Putri Hijau, Medan.
Adegan simulasi ini sempat disambut riuh sorak sorai karena disaksikan 78 murid TK, anggota kepolisian serta masyarakat wajib pajak yang menyaksikan adegan tersebut.
Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut Kombes Arkan Hamzah melalui Kasubdit Dikyasa (Pendidikan dan Rekayasa) AKBP E Silalahi mengatakan, dilaksanakannya simulasi tersebut untuk menanamkan nila tertib berlalulintas sejak dini.
"Ini penting sebagai pendidikan sejak dini ditanamkan kepada anak-anak tentang bagaimana tertib berlalu lintas. Anak-anak juga dikenalkan rambu-rambu lalu lintas. Kelak semakin dewasa bila berkendaraan, mereka akan melakukan secara benar mengendarai kendaraan di jalan raya," ujar Silalahi.
Selain memperkenalkan aturan berlalulintas dan rambu-rambunya, juga melatih anak TK agar berani menegur abang, kakak dan bapak-ibunya, bahkan menegur siapapun termasuk aparat keamanan yang tidak mematuhi aturan berlalulintas terkhusus penggunaan helm.
"Kalau melanggar maka ditegur, jangan takut," ujarnya, sembari menyebut Polisi Sahabat Anak (Polsana) telah digelorakan sejak lama.
Sebagai pemandu Polsana, Silalahi memperlihatkan situasi arus lalu lintas di Kota Medan yang berada di ruang RTMC (Regional Traffick Managemen Center). Ia memberi pengetahuan dasar mengenai dunia kerja di bidang kepolisian dan memotivasi anak-anak untuk lebih giat belajar serta mengharapkan anak-anak siap menjadi penerus kepolisian.
Ummi Kalsum, guru pendamping TK Al-Musabbihin berterimakasih telah diberikan kesempatan bagi anak didiknya berkunjung ke Kantor Ditlantas Polda Sumut.
"Kami bangga dengan kepolisian yang memberikan motivasi bagi anak-anak serta memberi tambahan ilmu tentang berlalulintas yang baik. Ini sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak," ujar Ummi Kalsum.
Simulasi ditutup dengan pemberian cenderamata Direktur Ditlantas Polda Sumut kepada guru TK Al-Musabbihin. Pemberian secara simbolis oleh Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Kasi Dikmas) Kompol Robert K Aritonang. Usai penyerahan cinderamata dilakukan sesi foto bersama di halaman Kantor Ditlantas Polda Sumut.
"Hei, Pak Polisi.. Kenapa tidak pakai helm. Masak tidak memberi contoh. Jangan bisanya cuma menangkap masyarakat saja, Pak. Pakai Polisi Lalu Lintas lagi Bapak, malu dong," tegur seorang murid TK dengan bahasa lugas dan fasih kepada seorang perwira polisi lalu lintas yang berada di atas sepeda motornya.
Spontan teguran dari anak usia dini itu membuat kaget sekaligus perasaan malu hati terhadap perwira Polantas berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) itu.
Dengan sikap sigap, polisi yang mengenakan seragam Polantas itu langsung menggapai helm yang disangkutkan di pentolan dekat sayap sisi kanan sepeda motornya.
Setelah mengepaskan helm di kepalanya sembari menoleh kanan dan kiri, dengan bibir tersenyum kecut disimpul malu ke sang penegur, Polantas itu langsung mengencangkan gas sepeda motornya setelah traffick light menunjukkan lampu hijau.
Ironi ini kemungkin sekali pernah terjadi secara nyata dalam berlalulintas sehari-hari. Tapi, teguran tadi merupakan skenario simulasi oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut bekerjasama TK Al-Musabbihin Medan, kemarin, di Pelataran Parkir Kantor Ditlantas Polda Sumut, Jalan Putri Hijau, Medan.
Adegan simulasi ini sempat disambut riuh sorak sorai karena disaksikan 78 murid TK, anggota kepolisian serta masyarakat wajib pajak yang menyaksikan adegan tersebut.
Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut Kombes Arkan Hamzah melalui Kasubdit Dikyasa (Pendidikan dan Rekayasa) AKBP E Silalahi mengatakan, dilaksanakannya simulasi tersebut untuk menanamkan nila tertib berlalulintas sejak dini.
"Ini penting sebagai pendidikan sejak dini ditanamkan kepada anak-anak tentang bagaimana tertib berlalu lintas. Anak-anak juga dikenalkan rambu-rambu lalu lintas. Kelak semakin dewasa bila berkendaraan, mereka akan melakukan secara benar mengendarai kendaraan di jalan raya," ujar Silalahi.
Selain memperkenalkan aturan berlalulintas dan rambu-rambunya, juga melatih anak TK agar berani menegur abang, kakak dan bapak-ibunya, bahkan menegur siapapun termasuk aparat keamanan yang tidak mematuhi aturan berlalulintas terkhusus penggunaan helm.
"Kalau melanggar maka ditegur, jangan takut," ujarnya, sembari menyebut Polisi Sahabat Anak (Polsana) telah digelorakan sejak lama.
Sebagai pemandu Polsana, Silalahi memperlihatkan situasi arus lalu lintas di Kota Medan yang berada di ruang RTMC (Regional Traffick Managemen Center). Ia memberi pengetahuan dasar mengenai dunia kerja di bidang kepolisian dan memotivasi anak-anak untuk lebih giat belajar serta mengharapkan anak-anak siap menjadi penerus kepolisian.
Ummi Kalsum, guru pendamping TK Al-Musabbihin berterimakasih telah diberikan kesempatan bagi anak didiknya berkunjung ke Kantor Ditlantas Polda Sumut.
"Kami bangga dengan kepolisian yang memberikan motivasi bagi anak-anak serta memberi tambahan ilmu tentang berlalulintas yang baik. Ini sangat bermanfaat untuk masa depan anak-anak," ujar Ummi Kalsum.
Simulasi ditutup dengan pemberian cenderamata Direktur Ditlantas Polda Sumut kepada guru TK Al-Musabbihin. Pemberian secara simbolis oleh Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Kasi Dikmas) Kompol Robert K Aritonang. Usai penyerahan cinderamata dilakukan sesi foto bersama di halaman Kantor Ditlantas Polda Sumut.