
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno mengajak warga memberi informasi kepada petugas mengenai peredaran narkoba melalui SMS 1717. Informasi ini penting bagi petugas untuk memberantas peredaran narkoba di masyarakat.
"Ini disosialisasikan kepada masyarakat untuk memerangi narkoba. Sekecil apapun informasinya silakan, nanti akan ditindaklanjuti di lapangan," kata Putut di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (2/4/2013).
Putut mengatakan informasi dari masyarakat ini sangat penting sekali. Menurutnya petugas akan melakukan operasi gabungan untuk mencegah peredaran narkoba di masyarakat. "Ini penting baik itu jumlahnya kecil atau besar," katanya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Chrisnanda mengatakan, ke depan pengguna narkoba dan orang teler yang terbukti melanggar lalu lintas akan dicabut SIM-nya.
"Ke depan pengguna narkoba yang ketahuan melanggar lalu lintas saat mengemudi akan kita cabut SIM-nya," katanya.
Chrisnanda meminta agar pengendara tak menggunakan narkoba atau mabuk dalam berkendara. Hal ini karena sering terjadi kecelakaan akibat pengaruh obat-obatan tersebut.
"Secara umum kita menggunakan tes urine untuk pengecekan," katanya.
"Ini disosialisasikan kepada masyarakat untuk memerangi narkoba. Sekecil apapun informasinya silakan, nanti akan ditindaklanjuti di lapangan," kata Putut di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (2/4/2013).
Putut mengatakan informasi dari masyarakat ini sangat penting sekali. Menurutnya petugas akan melakukan operasi gabungan untuk mencegah peredaran narkoba di masyarakat. "Ini penting baik itu jumlahnya kecil atau besar," katanya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Chrisnanda mengatakan, ke depan pengguna narkoba dan orang teler yang terbukti melanggar lalu lintas akan dicabut SIM-nya.
"Ke depan pengguna narkoba yang ketahuan melanggar lalu lintas saat mengemudi akan kita cabut SIM-nya," katanya.
Chrisnanda meminta agar pengendara tak menggunakan narkoba atau mabuk dalam berkendara. Hal ini karena sering terjadi kecelakaan akibat pengaruh obat-obatan tersebut.
"Secara umum kita menggunakan tes urine untuk pengecekan," katanya.