
Menjelang
arus mudik dan arus balik Lebarang, sejumlah ruas jalan di Jombang
masih mengalami rusak parah. Betapa tidak, dari sepanjang 1.154
kilometer di Jombang, yang mengalami rusak parah sepanjang 403
kilometer.
"Kerusakan cukup bervariasi, di antaranya jalan berlubang, bergelombang dan aspal mengelupas. Kerusakan tersebut paling banyak berada di wilayah utara Sungai Brantas Jombang," kata Sucipto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengairan, Senin (29/7/2013).
Untuk mencegah kerusakan semakin meluas, Dinas PU Bina Marga mengklaim sudah mengalokasikan anggaran perawatan dan perbaikan jalan sebesar Rp 1,6 miliar. Rinciannya, setiap kawedanan masing-masing dialokasikan sebesar Rp 400 juta.
"Dana perbaikan bersifat insidentil itu sedianya direalisasi pada 41 desa yang kerusakannya jalannya cukup parah. Setara Rp 50 juta perdesa. Perbaikannya bervariatif. Semisal, tambal sulam sampai dibubuhi aspal dengan kerikil kecil dan rijit. Intinya menyesuaikan kondisi dan kebutuhan jalan yang rusak," ujarnya.
Sucipto menegaskan, dari 21 kecamatan, kerusakan jalan terberat rata-rata berada di wilayah utara sungai. Meliputi Kecamatan Plandaan, Ngusikan, Kudu, Tapen, Kabuh dan Ploso. "Banyak pemicu dari kerusakan jalan ini. Bisa karena tanah gerak, daya tampung jalan tidak sesuai tonase kendaraan. Termasuk mudahnya aspal rusak akibat genangan air," pungkasnya.
"Kerusakan cukup bervariasi, di antaranya jalan berlubang, bergelombang dan aspal mengelupas. Kerusakan tersebut paling banyak berada di wilayah utara Sungai Brantas Jombang," kata Sucipto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengairan, Senin (29/7/2013).
Untuk mencegah kerusakan semakin meluas, Dinas PU Bina Marga mengklaim sudah mengalokasikan anggaran perawatan dan perbaikan jalan sebesar Rp 1,6 miliar. Rinciannya, setiap kawedanan masing-masing dialokasikan sebesar Rp 400 juta.
"Dana perbaikan bersifat insidentil itu sedianya direalisasi pada 41 desa yang kerusakannya jalannya cukup parah. Setara Rp 50 juta perdesa. Perbaikannya bervariatif. Semisal, tambal sulam sampai dibubuhi aspal dengan kerikil kecil dan rijit. Intinya menyesuaikan kondisi dan kebutuhan jalan yang rusak," ujarnya.
Sucipto menegaskan, dari 21 kecamatan, kerusakan jalan terberat rata-rata berada di wilayah utara sungai. Meliputi Kecamatan Plandaan, Ngusikan, Kudu, Tapen, Kabuh dan Ploso. "Banyak pemicu dari kerusakan jalan ini. Bisa karena tanah gerak, daya tampung jalan tidak sesuai tonase kendaraan. Termasuk mudahnya aspal rusak akibat genangan air," pungkasnya.