Puluhan Orang Terjaring Razia Angkutan Umum di Jakarta Pusat

19:09

Jakarta - Jajaran Mapolsek Senen menggelar razia preman di dalam angkutan umum. Razia dilakukan dengan menghentikan setiap angkutan umum yang melintas.

Belasan polisi tampak menghentikan setiap angkutan umum yang melintas di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/13). Polisi kemudian masuk ke setiap bus dan menggiring orang-orang yang tampak mencurigakan.

Polisi memeriksa identitas orang yang dicurigai sebagai preman dan menggeledahnya. Jika tidak memiliki identitas, mereka dibawa ke Mapolsek Senen.

Dari operasi tersebut, polisi berhasil menjaring 10 orang pria dan 1 orang perempuan. Tidak ditemukam senjata tajam dalam razia cipta kondisi ini. Namun, dari tangan perempuan berusia 49 tahun, polisi mendapati tuak sebanyak 1 jerigen.

"Ini pesanan orang untuk buat kue apem dan bika ambon," ujar perempuan yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Ia mengaku mengambil tuak dari Kampung Rambutan untuk dibawa kepada langganannya di Senen. Perempuan yang tinggal di wilayah Cempaka Putih ini menjual tuak kepada langganannya dengan harga Rp 7 ribu per liter. Ia mendapatkan keuntungan Rp 2 ribu dari setiap botol.

"Sejerigen ini isinya 20 liter," katanya.

Sementara itu, Wakapolsek Senen, AKP Indri mengatakan, razia preman ini dilakukan 2 kali setiap hari. Razia akan terus digelar untuk mengurangi kriminalitas yang marak terjadi di Jakarta khususnya wilayah Senen.

"Dari 11 yang kita amankan sore ini, 2 diantaranya binaan Dinas Sosial," tandasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »