
Dinas Binamarga Pemprov Jabar segera melayangkan surat
permohonan untuk perbaikan jalan rusak ke Kementerian Pekerjaan Umum
(PU). Isi surat itu intinya meminta agar dilakukan perbaikan di sejumlah
jalan nasional, terutama jalur Bandung-Cirebon yang rusak parah
sepanjang 130 Kilometer.
"Berdasarkan pantauan kami di lapangan,
sejumlah jalan nasional kondisinya rusak. Kerusakan paling parah di
jalur Bandung-Cirebon. Banyak lubang menganga baik yang kecil maupun
besar di hampir seluruh titik," kata Kepala Dinas Binamarga Jabar
Guntoro, di Bandung.
Menurut Guntoro, kondisi ini
membahayakan bagi warga yang sedang melintas terutama kendaraan kecil
seperti sepeda motor atau pun kendaraan roda empat.
Guntoro mengatakan kerusakan paling parah terjadi di jalur Kadipaten-Bandung dimana di setiap lokasi terdapat lubang.
"Kami
memang melihat ada perbaikan dengan melakukan pengaspalan ulang di
sejumlah titik. Tapi pengaspalannya belum menyeluruh, apalagi sekarang
musim penghujan sehingga tetap kurang efektif. Sebaiknya lubang-lubang
itu ditambal-sulam sehingga perbaikan berjalan cepat," kata Guntoro.
Perbaikan
dengan cara menambal, kata Guntoro, lebih efektif karena hanya terdapat
lubang-lubang saja. Namun penutupan lubang harus dilakukan secepatnya
karena jika lambat akan mengganggu arus lalulintas.
Selain itu,
menurut Guntoro, jika diperbaiki tentu dapat mengurangi jumlah
kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut. Berdasarkan pantauan Dinas
Binamarga di sejumlah titik, banyak terjadi kecelakaan terutama
pengendara sepeda motor.
"Pada prinsipnya kami saling mengingatkan
apalagi Jabar ini penyangga ibu kota di berbagai bidang. Kami
menyampaikan keluhan dari masyarakat agar pemerintah pusat segera
tanggap memperbaiki jalan rusak terutama dengan menutup lubang yang ada
di jalur nasional," katanya.
Guntoro mengatakan pihaknya sepakat
perbaikan jalan dilakukan dengan pembetonan di sejumlah titik rawan
kerusakan di jalur itu oleh Kementerian PU. Dengan pembetonan diharapkan
kerusakan akibat beban kendaraan jadi semakin berkurang.
"Langkah
pembetonan di beberapa titik sangat tepat untuk mengurangi beban
perbaikan. Tentu secara bertahap pembetonan dapat dilakukan mengingat
besarnya anggaran. Tapi jika dilakukan bertahap tentunya sejumlah titik
rawan kerusakan akan berkurang," ujar Guntoro.