Polisi Semarang Gelar Razia Geng Motor

13:58


Semarang, - Belasan remaja dan anak-anak yang bergerombol di depan mini market di Jalan Soekarno-Hatta Semarang terlihat panik ketika mobil Dalmas mulai mendekat. Mereka pun membubarkan diri ke segala arah dan tidak sedikit yang kabur ke dalam mini market yang justru menjebak mereka.

Petugas Polrestabes Semarang berusaha mengumpulkan remaja-remaja itu termasuk dengan mengejar mereka yang melarikan diri. Dari sejumlah remaja yang ada di sana, satu orang diamankan dan satu Yamaha Mio hitam diangkut ke mobil Dalmas karena dimodifikasi sehingga melanggar peraturan lalu lintas serta tidak dilengkapi surat-surat.

Sedangkan motor yang ditinggalkan pemiliknya terpaksa digembosi bannya untuk memberikan efek jera.

Sementara itu sebelumnya polisi melakukan razia di Jalan Imam Soeparto, Tembalang. Di sana terdengar suara tangisan di tengah-tengah petugas polisi yang sedang menilang pengendara motor.

Suara itu ternyata berasal dari seorang pria dewasa yang mengaku bernama Wahyu, warga Kedungmundu.

Wahyu mengendarai Suzuki Satria FU merahnya dengan kecepatan tinggi dari arah Segar Bencah menuju ke bawah. Kemudian ketika dihadang polisi untuk berhenti, ia menepi, turun dari motor, dan jongkok lalu menangis.

"Jangan ditilang, Pak," ujar Wahyu sebelum menangis.

Sembari didata identitasnya, Wahyu terus menangis dan tidak mau berdiri. hingga akhirnya 20 menit kemudian pria tinggi itu berhenti menangis dan mau berdiri setelah polisi mengatakan pendataan selesai.

Ia pun segera melajukan motornya yang tanpa kaca spion itu dengan kecepatan tinggi.

Kasat Sabhara Polrestabes Semarang, AKBP Basuki mengatakan digelarnya razia merupakan bentuk antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat terutama menjelang pergantian tahun.

Terkait lokasi razia, Segar Bencah dipilih karena ada beberapa aduan masyarakat yang mengatakan daerah tanjakan tersebut sering terjadi tindak kejahatan.

"Operasi ditingkatkan untuk mencegah kejahatan, terutama kejahatan jalanan. Masyarakat tetap harus waspada dan tahu mana daerah rawan meskipun polisi sudah rutin berpatroli," kata AKBP Basuki kepada detikcom di Jalan Imam Soeprapto, Semarang, Sabtu (28/12/2013) dini hari.

Razia digelar sejak sekitar pukul 22.00 WIB hingga dini hari tadi, dari razia tersebut puluhan pengendara motor ditilang terkait kelengkapan motor, surat-surat, dan tidak memakai helm.

Tidak sedikit pengendara motor yang berusaha balik arah atau nekat tancap gas sehingga nyaris menabrak petugas.

Usai melakukan razia, petugas kepolisian kemudian menyisir jalan menuju Mapolrestabes Semarang dengan membagi dua kelompok salah satunya melewati Jalan Soekarno-Hatta.

"Saat operasi ditemukan motor dan pengembangannya, ada satu dua yang menuju ke pelaku kejahatan," tandas Basuki.

Diketahui dari data terakhir, di kawasan Polrestabes Semarang telah terjadi 3.232 kasus kejahatan selama tahun 2013. Kejahatan tersebut terdiri atas 2.797 kasus pidana umum dan 435 kasus tindak pidana khusus.

Meski demikian jumlah tersebut diklaim telah mengalami penurunan dibanding tahun 2012 lalu yang mencapai 3.909 kejadian dalam satu tahun.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »