Banyak ruas jalan di daerah elit Jakarta Selatan rusak. Tidak hanya
berlubang dan aspalnya bergelombang, namun juga gelap gulita. Seperti di
Jalan Arteri Pondok Indah dan Jalan Kuningan Persada, tepatnya di depan
Hotel Royal Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sudah setahun rusak,
jalan itu tak juga diperbaiki.
“Jalan ini kan banyak dilintasi pengendara, jadi jelas berbahaya
karena jalan banyak lubang dan bergelombang,” kata Ali, 29, pengendara
sepeda motor.
Pemantauan Pos Kota, selain badan jalan tidak mulus, penerangan jalan
pun minim. Padahal jalan tersebut berada di sekitar hotel dan gedung
perkantoran yang kerap dilintasi kendaraan mewah.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Kawi, Kelurahan Menteng Atas,
Kecamatan Setiabudi. Satu-satunya penerangan di lokasi ini hanya ada di
ujung jalan. Itu pun tampak remang-remang. Selain minim penerangan,
jalan di belakang Apartemen Kuningan Place ini juga rusak parah.
Tak sedikit aspal yang telah terkelupas sehingga membuat permukaan
jalan bergelombang. Akibatnya, banyak debu berterbangan ketika kendaraan
melintas.
Di sekeliling jalan sepanjang kurang lebih 50 meter dan lebar sekitar
4-5 meter itu banyak terdapat tanah kosong yang ditumbuhi ilalang.
“Kalau malam banyak pemuda yang berpacaran di pinggir jalan. Malahan
sampai ada yang bermesraan di balik sepeda motornya,” kata Jamal,
petugas keamanan di salah satu perkantoran sekitar.
URUSAN PENGEMBANG
Wakil Camat Setiabudi, Djohari, mengatakan keluhan perbaikan jalan
sudah lama disampaikan warga. Namun, menurutnya, masalah tersebut
merupakan kewenangan pengembang.
“Pengembang mestinya turut aktif merawat dan memelihara serta
memperbaiki infrastruktur di komplek yang mereka bangun. Termasuk
menjaga keamanan lingkungan sekitar, salah satunya dengan memberikan
penerangan,” imbuhnya.
Di tempat terpisah, warga juga meminta perbaikan jalan di Jalan
Arteri Pondok Indah, tepatnya di terowongan dekat Gandaria City. “Sudah 1
tahun rusak dan tidak perbaikan. Jadi menimbulkan macet dan
membahayakan pengguna jalan,” kata Khristian, warga.