JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar mengatakan ketidakseimbangan pertumbuhan kendaraan dengan sarana infrastruktur menyebabkan kemacetan, terutama di Jakarta. Jakarta sebagai pusat ekonomi mempunyai pertumbuhan kendaraan mencapai 11 persen per tahunnya.
Program MP3EI dalam pembangunan infrastruktur yang direncanakan pemerintah tidak akan meminimalisir kemacetan jika tetap menjadikan kawasan Jabodetabek sebagai kawasan metropolitan.
"Kalau program MP3EI tetap menjadikan Jabodetabek sebagai metropolitan, maka pembenahan moda transportasi umum atau pengenaan ERP tidak akan efektif karena jumlah masyarakat yang mampu membayar lebih banyak dibandingkan tidak memiliki kemampuan membayar," jelas Harry dalam acara Seminar Nasional 'Diseminasi Produk-Produk Perencanaan Kementerian PPN/Bappenas' di Jakarta, Selasa (22/11/2011).
Lebih lanjut dia mengatakan, pulau Jawa telah menjadi pusat urbanisasi yang menyebabkan tingginya kepadatan penduduk dengan 60,15 persen konsentrasi penduduk Indonesia berada di pulau Jawa.
"Kondisi ini yang menyebabkan tidak seimbangnya rasio antara penyediaan infrastruktur terutama jalan dengan jumlah kendaraan," tambahnya.
Oleh karena itu sambungnya peningkatan fasilitas infrastruktur di wilayah Jawa dengan berpedoman pada RUU pengadaan tanah untuk pembangunan harus dipertimbangkan dengan seksama terutama pengadaan tanah oleh pihak swasta.
"Hal itu akan menjadi moral hazard ketika aparat birokrasi tidak menjalankan prinsip good governance," pungkasnya.