BANDUNG - Indikasi puncak arus balik, terlihat pada penjualan tiket kereta api (KA) Argo Parahyangan Bandung-Jakarta. Terlihat dari tiket arus balik, khususnya KA Argo Parahyangan dari Bandung ke Jakarta, untuk perjalanan Minggu mencapai 100 persen.
"Rata-rata
okupansi penumpang arus balik sebanyak 100 persen," kata Manajer Humas
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) II Bandung
Bambang Setya Prayitno.
Agar dapat terlayani, kata Bambang, pihaknya mengoperasikan tujuh rangkaian KA Argo Parahyangan Bandung-Jakarta.
Pada
akhir pekan, menurut Bambang, pihaknya menambah dua rangkaian. Namun,
katanya, jadwal pengoperasiannya tentatif. Artinya bergantung pada
kebutuhan.
Selain itu, kata Bambang, pihaknya pun menambah 1-3
gerbong untuk setiap rangkaian. Pria berkaca mata berpendapat, beberapa
hari menjelang libur panjang Kenaikan Isa Al Masih, arus penumpang dari
Jakarta ke Kota Kembang, khususnya yang memakai KA Argo Parahyangan,
sangat tinggi.
"Okupansinya 100 persen," cetus Bambang.
Kondisi ini berbeda pada hari biasa, yang okupansinya rata-rata berkisar antara 60-70 persen.
"Kapasitas angkutnya ditambah. Untuk setiap rangkaian KA selama long weekend ditambah 2 sampai 3 gerbong," tutur Bambang.
Pada
sisi lain, momen libur panjang Kenaikan Isa Al Masih yang berlangsung
sejak Kamis (17/5/2012) hingga Minggu, membuat load factor penumpang
travel meningkat.
Manager Humas Cipaganti Travel Astri Prikasih
Aditya mengatakan, pada momen libur panjang kali ini, bisnis travel
menangguk keuntungan.
Sebab, menurut Astri, tingkat load factor penumpang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
"Rata-rata load factor penumpang untuk seluruh rute mencapai 90 persen.
Kenaikan volume penumpang travel pun diakui Andrew Arristianto, Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra) Bandung.
Ia mengatakan, pada momen libur panjang Kenaikan Isa Al Masih kali ini, kenaikan load factor travel sekitar 10 persen