Salah satu penyebab keterlambatan jadwal bus Transjakarta adalah karena banyaknya persimpangan jalan yang dilalui. Perlu dibangun jalan layang (flyover) khusus Transjakarta.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan meneruskan pembangunan busway menjadi 15 koridor. Tiga koridor sisanya akan dibangun dengan konsep layang (elevated) yang akan dimulai pada 2013. Koridor baru yang direncanakan itu adalah Ciledug-Blok M, Kalimalang-Blok-M dan Manggarai-Depok.
Namun, tidak seluruh jalur yang dibangun berbentuk jalan layang. Penggalan jalur layang, khusus di jalan-jalan yang rawan macet. Untuk koridor jalur Ciledug-Blok M, jalur layang akan dibangun mulai dari Budiluhur-Alfa Cipulir.
Pada jalur Kalimalang-Blok M, jalur layang dibangun dari Sumberarta-By Pass, lalu disambung dari Tendean-Blok M. Untuk jalur Manggarai-Depok dimulai dari Honda Tebet-Terminal Pasar Minggu. “Ini kita lakukan demi memenuhi kebutuhan transportasi massal di Jakarta yang aman, nyaman, cepat dan murah,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono.
Dalam memenuhi peningkatan layanan bus Transjakarta, lanjut Pristono, direncanakan penambahan armada bus. Pada tahun ini, akan ada 102 bus gandeng, sebanyak 36 diadakan oleh Dishub DKI dan 66 bus oleh BLU Transjakarta.
Sedangkan pada 2013, BLU Transjakarta akan menambah armada bus sebanyak 76 bus lagi. Diharapkan awal kuartal I 2013, lelang 76 bus tersebut sudah rampung.
Pelaksanaan pembangunan Koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit), saat ini sudah memasuki tahap masa sanggah pemenang lelang. Diharapkan, masa sanggah itu dapat segera selesai, sehingga pembangunan koridor dan jalur serta halte dapat dilaksanakan secepatnya. Dengan demikian, Koridor 12 bisa dioperasikan pada akhir Desember 2012.
Menurutnya, dalam peningkatan kualitas layanan bus Transjakarta, terdapat tiga kendala yang dihadapi. Yaitu penyempurnaan separator dengan peninggian pembatas jalur khusus busway yang belum bisa dilaksanakan di seluruh koridor. Tetapi hanya dilaksanakan pada beberapa koridor yang rawan sterilisasi, yakni Koridor 3, 4, 6, dan 8.
Kendala kedua, belum terwujudnya empat stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang dijanjikan PT Pertamina untuk menyuplai kebutuhan BBG seluruh bus Transjakarta. Terakhir, kendala armada bus yang belum memadai untuk melayani seluruh warga Jakarta.
Akan Dibangun Tiga Koridor
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan meneruskan pembangunan busway menjadi 15 koridor. Tiga koridor sisanya akan dibangun dengan konsep layang (elevated) yang akan dimulai pada 2013. Koridor baru yang direncanakan itu adalah Ciledug-Blok M, Kalimalang-Blok-M dan Manggarai-Depok.
Namun, tidak seluruh jalur yang dibangun berbentuk jalan layang. Penggalan jalur layang, khusus di jalan-jalan yang rawan macet. Untuk koridor jalur Ciledug-Blok M, jalur layang akan dibangun mulai dari Budiluhur-Alfa Cipulir.
Pada jalur Kalimalang-Blok M, jalur layang dibangun dari Sumberarta-By Pass, lalu disambung dari Tendean-Blok M. Untuk jalur Manggarai-Depok dimulai dari Honda Tebet-Terminal Pasar Minggu. “Ini kita lakukan demi memenuhi kebutuhan transportasi massal di Jakarta yang aman, nyaman, cepat dan murah,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono.
Dalam memenuhi peningkatan layanan bus Transjakarta, lanjut Pristono, direncanakan penambahan armada bus. Pada tahun ini, akan ada 102 bus gandeng, sebanyak 36 diadakan oleh Dishub DKI dan 66 bus oleh BLU Transjakarta.
Sedangkan pada 2013, BLU Transjakarta akan menambah armada bus sebanyak 76 bus lagi. Diharapkan awal kuartal I 2013, lelang 76 bus tersebut sudah rampung.
Pelaksanaan pembangunan Koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit), saat ini sudah memasuki tahap masa sanggah pemenang lelang. Diharapkan, masa sanggah itu dapat segera selesai, sehingga pembangunan koridor dan jalur serta halte dapat dilaksanakan secepatnya. Dengan demikian, Koridor 12 bisa dioperasikan pada akhir Desember 2012.
Menurutnya, dalam peningkatan kualitas layanan bus Transjakarta, terdapat tiga kendala yang dihadapi. Yaitu penyempurnaan separator dengan peninggian pembatas jalur khusus busway yang belum bisa dilaksanakan di seluruh koridor. Tetapi hanya dilaksanakan pada beberapa koridor yang rawan sterilisasi, yakni Koridor 3, 4, 6, dan 8.
Kendala kedua, belum terwujudnya empat stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang dijanjikan PT Pertamina untuk menyuplai kebutuhan BBG seluruh bus Transjakarta. Terakhir, kendala armada bus yang belum memadai untuk melayani seluruh warga Jakarta.
