Terus Benahi Jalan Menjelang Arus Mudik Lebaran

11:29



SUMATRA -  Jalan-jalan di Kota Bandarlampung terus dibenahi, diperluas, dan diperbaiki menjelang Lebaran untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan yang melewatinya.

Perbaikan jalan itu tetap dilaksanakan pada Sabtu, awal Ramaddan 1433 Hijriah, antara lain di sejumlah ruas jalan utama Kecamatan Sukarame Bandarlampung.

Saluran air di salah satu sisi jalan-jalan itu dalam beberapa hari terakhir dibenahi dan menurut para pekerjanya, akan dibuat menjadi lebih baik dari sebelumnya, mengingat kawasan sekitar yang menjadi rawan genangan air dan banjir di musim hujan.

Pekerjaan pembangunan jembatan layang (fly-over) di dua ruas persimpangan jalan, yaitu Kali Balok dan persimpangan Way Halim Bandarlampung juga mulai menunjukkan aktivitas pekerjanya.

Para pekerja mulai mengerjakan lagi persiapan pengerjaan bagian dasar jembatan layang, terutama di ruas Kali Balok Sukarame.

Badan Jalan Antasari itu menjadi menyempit akibat sebagian diberi pagar pembatas untuk para pekerjanya melakukan pengerjaan konstruksi jembatan layang itu.

Kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang melewati jalan itu, mengharuskan tidak cukup satu petugas polisi mengaturnya, sampai dua personel polisi menjaga lampu merah perempatan Kali Balok itu.

Kepadatan terutama pada ruas jalan "by pass" Soekarno-Hatta yang berada pada sisi utama persimpangan Kali Balok yang didominasi truk dan bus yang melintasi jalan lintas Sumatera, Bandarlampung ke Bakauheni, Lampung Selatan pergi pulang tersebut.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN saat meresmikan dimulai pembangunan jembatan layang pada dua ruas utama di Kota Bandarlampung itu, beberapa hari lalu, menegaskan tujuannya untuk mengurai kemacetan di jalan-jalan tersebut maupun di Kota Bandarlampung umumnya.

Pemkot Bandarlampung berencana membangun empat ruas jembatan layang di ruas jalan utama yang selama ini selalu mengalami kemampatan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan yang melewatinya, terutama pada jam sibuk sejak pagi hingga malam hari.

Tiga ruas jalan yang akan dibangun jembatan layang adalah ruas Jalan Pangeran Antasari-Jalan Tirtayasa, Jalan Sultan Agung-Jalan Ryacudu, Sukarame, dan Jalan Gajah Mada-Jalan Ir Juanda, Pahoman Bandarlampung.

Menurut Wali Kota Herman HN, selain ketiga jembatan layang itu, pada 2013, Pemkot setempat akan menambah satu "fly-over" di ruas Jalan Kimaja-Jalan Ratu Dibalau Kedaton.

"Pembangunan jembatan itu akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai tahun 2012, dan tahap kedua tahun 2013 dengan anggaran Rp62 miliar," papar Herman.

Target pembangunan tersebut, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Daniel Marsudi selama 10 bulan, sehingga diharapkan pada Mei 2013 mulai dapat dimanfaatkan masyarakat pengguna jalan itu.

Jalan layang di Jalan Pangeran Antasari-Jalan Tirtayasa, pembangunannya dilaksanakan PT Mawartindo Road Construction, dengan nilai kontrak Rp30,62 miliar.

Sedangkan pembangunan jalan layang di Jalan Sultan Agung-Jalan Ryacudu dikerjakan PT Nugraha Aditaruna, dengan nilai kontrak Rp30,49 miliar.

Masing-masing jembatan layang itu berukuran lebar 9-12 meter dan panjang 180-450 meter.

Kemudian pembangunan jembatan layang di Jalan Gajah Mada-Jalan Ir Juanda yang dibiayai APBD Bandar Lampung masih dalam tahap pelelangan, namun dipastikan pada akhir Juli 2012 dimulai pembangunannya secara bertahap.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melaksanakan pelebaran, peningkatan, dan pemeliharaan jalan dan jembatan secara serempak pada 340 ruas jalan di Kota Bandarlampung, termasuk di jalan kawasan Kecamatan Sukarame. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »