Jalan Raya Abdya Layak Dua Jalur

11:44


 
BLANGPIDIE - Kalangan pimpinan DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) menilai sudah selayaknya pemerintah memperluas jalan raya di kabupaten itu. Sebab pertambahan jumlah kenderaan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengakibatan jalan nasional itu menjadi sempit.

Jalur darat yang merupakan jalan utama antar kabupaten itu sering macet. Bahkan juga tidak jarang terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa. Sebab selain dilintasi kenderaan roda dua dan roda empat yang hilir mudik, jalan nasional itu juga sering dilintasi kenderaan roda dua belas. Bahkan juga kenderaan roda 22. ”Kemarin saja saya terjebak macet di kawasan jalan raya Desa Durian Rampak, Susoh ketika hendak ke Blangpidie.

Karena itu, pihaknya menilai sudah selayaknya jalan nasional itu diperlebar dibangun dua jalur seiring dengan semakin meningkatnya volume kenderaan yang lewat dijalur tersebut. “Kabupaten yang belum memiliki jalan dua jalur hanya Abdya.

Elizar Lizam yang akrab disapa Adun itu mengakui, tidak sulit untuk dilakukan pelebaran jalan tersebut. Apalagi sisi kiri dan sisi kanan ruas jalan nasional itu sudah dibebaskan oleh negara pada tahun 1980, ketika jalan tersebut dibangun oleh negara Jerman.

Ia mengakui pihaknya sudah mengajukan pembangunan jalan dua jalur itu ke APBA. Untuk tahap pertama pembangunan jalan dua jalur yang diusulkan itu sepanjang 5 Km dari Simpang Lawang Desa Padang Baru Kecamatan Susoh hingga ke persimpangan kantor bupati (Desa Keude Paya). “Kita juga berharap kepada rekan-rekan di DPRA untuk mengawal usulan tersebut.

Selain mendesak pembangunan jalan dua jalur, pihaknya juga meminta pemerintah untuk membangun jalan elak  di daerah pesisir, yakni dari simpang Desa Keude Paya Blangpidie masuk Sangkalan dan tembus ke Desa Padang Baru Susoh. Jalan elak itu diperuntukan bagi angkutan yang tidak masuk ke terminal.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »