Jembatan itu sering dijadikan sebagai tempat mabuk-mabukan, mesum hingga meresahkan warga.
Fakta itu ditemukan saat dua anggota DPRD NTT, Jimmi Sianto dan Marthen Kaseh berkunjung ke lokasi jembatan penyebarangan, Rabu (31/10/2012) siang. Kunjungan Jimmi dan Marthen merespon surat danpengeluhan warga kepada DPRD NTT terkait keberadaan jembatan tersebut.
Nampak tangga menuju jembatan sudahkoyak tertimpa pohon
roboh beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, lantaijembatan yang terbuat
dari plat besi sudah mengarat. Bahkan beberapaplat besi sudah keropos
menimbulkan lubang dimana-mana.
Jimmi menuturkan salah satu surat yang pernah diterima berasal dari Kepala Sekolah SMA Geovani. Surat itu intinya meminta agar DPRD NTT mendesak pemerintah mencabut jembatan penyeberangan di depan Kampus Unika Kupang. Alasannya jembatan itu sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
"Saya juga mendapatkan banyak masukan kalau jembatan itu selain sering dijadikan nongkrong orang menenggak miras juga jadi tempat mesum. Beberapa warga pernah memergoki beberapa pasangan muda bermesraan diatas jembatan tersebut," tandas Jimmi.
Lain halnya dengan Jimmi, Marthen Kaseh mendapatkan informasi bila di jembatan itu sering terjadi aksi pemalakan yang dilakukan oknum pemuda. Makanya, pejalan kaki menjadi enggan menyeberang menggunakan jembatan lantaran alasan keamanan dan kenyamanan.
Jimmi menuturkan salah satu surat yang pernah diterima berasal dari Kepala Sekolah SMA Geovani. Surat itu intinya meminta agar DPRD NTT mendesak pemerintah mencabut jembatan penyeberangan di depan Kampus Unika Kupang. Alasannya jembatan itu sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
"Saya juga mendapatkan banyak masukan kalau jembatan itu selain sering dijadikan nongkrong orang menenggak miras juga jadi tempat mesum. Beberapa warga pernah memergoki beberapa pasangan muda bermesraan diatas jembatan tersebut," tandas Jimmi.
Lain halnya dengan Jimmi, Marthen Kaseh mendapatkan informasi bila di jembatan itu sering terjadi aksi pemalakan yang dilakukan oknum pemuda. Makanya, pejalan kaki menjadi enggan menyeberang menggunakan jembatan lantaran alasan keamanan dan kenyamanan.
