Kakorlantas, Irjen Pol Drs. Pudji Hartanto Buka Rapat Pokja di Bogor

23:00

Bogor-Rapat Kelompok Kerja (POKJA) Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) tahun 2012 resmi digelar di hotel Salak, Bogor. Rapat yang diikuti oleh 29 orang anggota Tim Pokja RUNK itu berlangsung selama tiga hari.

Anggota tim Pokja RUNK sendiri terdiri dari para Kabid Korlantas Polri, para Kabag Korlantas Polri, Kadenwal PJR Korlantas Polri, Para Analis Kebijakan Korlantas Polri, Dirlantas Polda Jateng, Dirlantas Polda Riau, para pakar UI dan Korlantas Polri, serta perwakilan dari Kemenhub, PU, Kemenkes, dan Bappenas.

Dan dalam rapat Pokja itu juga, Irjen Pol Drs. Pudji Hartanto, SH, MM, selaku Kakorlantas Polri ikut fokus dan terjun untuk mengetahui apa saja yang akan diambil pada kesempatan. Dalam pembukaan rapat yang disampaikannya, Irjen Pol Drs. Pudji Hartanto, menyatakan tentunya dalam pelaksanaan rapat ini harus mengetahui permasalahan- permasalahan yang terjadi. Kalau tidak kita lakukan harus ada upaya-upaya, seperti contoh mengambil tema keselamatan di jalan.

“Dan dalam pembahasan RUNK ini diharapkan data etika berlalu lintas, penegakkan hukum dan kepatuhan hukum sehingga rencana aksi ini dapat mewujudkan etika berlalu lintas. Selanjutnya, diharapkan pembahasan rapat Pokja RUNK ini juga dapat berlanjut dan bersinergi antar pemangku kepentingan atau instansi terkait,” lanjut Irjen Pol Drs. Pudji Hartanto.

Sementara itu, latar belakang pembahasan rapat Pokja RUNK ini merujuk pada kesepakatan negara anggota PBB pada tanggal 11 mei 2011, yakni membentuk Decade of Action for Road Safety (DoA) yang berisikan lima pilar aksi keselamatan jalan, yaitu:

1. Manajemen keselamatan jalan   
2. Mobilitas dan jalan berkeselamatan
3. Kendaraan berkeselamatan
4. Manusia atau pengguna jalan berkeselamatan
5. Respon pasca kecelakaan

Untuk mencapai target DoA, ditujukan pada penekanan korban meninggal dunia sebesar 50% di tahun 2020. Dan untuk mencapai target RUNK yang diantaranya adalah menurunkan jumlah kecelakaan dan menjadikan kondisi keselamatan jalan di Indonesia terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2035, telah dibentuk beberapa program, antara lain:

-Perbaikan data kecelakaan lalu lintas
-Menciptakan jalan pemaaf
-Menciptakan perjalanan yang berkeselamatan
-Menciptakan kendaraan yang laik jalan
-Menciptakan sadar tertib berlalu lintas dan pengutamaan keselamatan
-Menciptakan deterrent effect terhadap pelanggaran
-Menciptakan upaya pengurangan trauma

Untuk mengimplementasikan program-program tersebut Korlantas Polri telah menyelengarakan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 25 januari 2012 dan  29 Februari 2012, dengan tiga tujuan utama yang mengacu pada lima pilar aksi keselamatan jalan. Kemudian diwujudkan dalam 10 rencana aksi yang dirumuskan menjadi 19 sub Rencana Aksi dan 58 jenis kegiatan.

Dalam hal ini, Irjen Pol Drs. Pudji Hartanto menambahkan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan lalu lintas ini harus diekspos dan dipublikasikan kepada masyarakat bahwa kita telah bertindak.

“Sehingga tidak ada kesan pembiaran terhadap permasalahan yang terjadi di lalu lintas,” lanjutnya.

Dengan demikian, maksud dan tujuan dari Rapat Pokja RUNK adalah untuk menindaklanjuti hasil perumusan pokja terdahulu dan hasil FGD yang telah dilakukan Korlantas Polri bersama para pemangku kepentingan jalan lainnya, yang juga melibatkkan para pakar dan perwakilan masyarakat pengguna jalan.
Operasi Gabungan di Nunukan Jaring Puluhan Mobil

Operasi Gabungan di Nunukan Jaring Puluhan Mobil

21:19
Nunukan - Razia kendaraan roda empat secara besar-besaran, Senin (12/11/2012) diadakan di simpang empat Jalan Fatahillah-Jalan Gajah Mada-Jalan Teuku Umar-Jalan Pasir Putih. Razia dimaksud melibatkan tim yang terdiri dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Nunukan, Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Nunukan, TNI dan Kejaksaan Negeri Nunukan.

Operasi ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Nunukan Nomor 188.45/793/XI/ 2012 tentang Pembentukan Tim Razia Pengendalian Displin Pengoperasi Angkutan Orang, Barang dan Khusus di Jalan Raya Dalam Wilayah Kabuapten Nunukan Tahun Anggaran 2012.

Puluhan kendaraan roda empat terjaring dalam razia pengujian kelayakan jalan kendaraan roda empat atau KIR.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishubkominfo Nunukan Budi Prasetya mengatakan, setiap kendaraan yang dinyatakan tidak layak beroperasi langsung ditindak di tempat. Denda tertinggi yang dikenakan maksimal Rp200 ribu, tergantung pelanggaran.

“Kasusnya kelayakan jalananya ini, atau KIR. Langsung ditindak di sini, kemudian disuruh memperbaiki supaya layak di jalan raya. Supaya tidak bahaya di jalan raya baik lingkungannya, orang lain, pemakai jalan yang lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, selain operasi di Pulau Nunukan, operasi serupa juga dilaksanakan serentak hari ini di beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Sebatik, Kecamatan Sebuku, Kecamatan Sembakung dan Kecamatan Lumbis.

“Kepada seluruh pemilik kendaran dapat mengurus izin kendaraan mereka dan memperbaiki segala perlengkapan angkutan umum agar tidak membahayakan penumpang,” ujarnya.
Tabrakan Timpa 2 Mobil Box di Jalinsum

Tabrakan Timpa 2 Mobil Box di Jalinsum

21:16

Dua Mobil Box Tabrakan di Jalinsum

Tanjung Morawa - Kecelakaan terjadi di Jalinsum simpang pasar 7 Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang, Senin, (12/11/2012). Dua mobil box BK 8664 BA dan BK 8618 BI bertabrakan disimpang disimpang tersebut.

Kejadian kecelakaan yang terjadi sekira pukul 15.00 wib ini membuat jalinsum menjadi macat sebab banyak warga yang melihat kelokasi kejadian. Dari informasi yang didapat disekitar lokasi kejadian jika kecelakaan itu terjadi disaat keadaan sepi. Mobil Box BK 8664 BA keluar dari Dalam dan hendak menuju ke Jalinsum.Pantauan tribun jika mobil box BK 8664 BA terguling kejalan.

“Begitu mobil box yang ini keluar bang langsung dihantam sama mobil box yang satu lagi, karena mobil box yang satu itu ngebut aja,” ujar Dedi warga sekitar kejadian. (*tribun)
Penumpang Terlantar, Bus Diblokir Pengemudi Angkot

Penumpang Terlantar, Bus Diblokir Pengemudi Angkot

21:09

Malang-Ratusan penumpang jurusan Kediri dan Jombang terlantar di terminal Landungsari Malang, Senin 12 November. Penyebabnya, puluhan bus PO Puspa Indah yang melayani penumpang berhenti beroperasi karena dihadang pengemudi angkutan kota Landungsari-Batu.

Pemblokiran ini diduga sebagai aksi balas dendam setelah salah seorang awak angkutan kota Landungsari-Batu ditahan polisi karena menganiaya kondektur PO Puspa Indah. "Kasusnya sudah ditangani polisi," kata kondektur bus Puspa Indah, Supriyadi. Peristiwa pemukulan itu, kata dia, terjadi sebulan lalu.

Akibat aksi ini, seluruh pengemudi bus memilih tak keluar garasi. Kedua belah pihak terus bernegosiasi mencari jalan keluar. Sejumlah aparat Kepolisian berjaga-jaga mengawal proses tersebut karena para sopir angkutan kota memaksa kawan mereka yang melanggar hukum dibebaskan dari tahanan.

Peristiwa pemukulan, kata Supriyadi, bermula saat bus Puspa Indah berhenti di jalan saat memindah transmisi di sekitar Dau. Saat itu, kondektur juga menaikkan penumpang. Padahal, sebelumnya disepakati antara pengemudi angkutan kota dan bus Puspa Indah, dilarang menaikkan penumpang di antara Dau-Batu. Gara-gara “pelanggaran” itu sopir angkutan kota memukul kondektur bus. Perkara itu pun berkepanjangan hingga sekarang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Muhammad Syamsul Arifin, mengatakan aksi pemblokiran menganggu aktivitas terminal. Untuk mengatasi penumpukan penumpang, pengelola terminal mengalihkan mereka alihkan ke terminal Arjosari. Dinas Perhubungan menyediakan sejumlah bus dan truk TNI untuk mengangkut penumpang yang terlantar. Bahkan petugas Kepolisian dan TNI mengawal bus khusus yang disediakan menampung para penumpang. "Kami siapkan bus mengangkut mereka," kata Syamsul.
JPO Akan Segera Ditambah di Margonda

JPO Akan Segera Ditambah di Margonda

20:57
Depok - Dinas Perhubungan Kota Depok kembali berencana membangun tiga jembatan penyeberangan orang di Margonda, Depok, Jawa Barat, pada tahun depan. Ini merupakan rencana yang tertunda sejak dicetuskan tahun lalu.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Dinas Perhubungan Kota Depok Ari Manggala, Senin (12/11/2012) mengatakan, pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) itu sudah dianggarkan dalam APBD Depok pada 2011. Namun, karena terbentur berbagai kendala, rencana ini berjalan di tempat. Padahal, kondisi jalan yang selalu ramai dan ketiadaan trotoar membuat Jalan Margonda rawan bagi pejalan kaki, terlebih bagi mereka yang ingin menyeberang jalan.

"Persoalannya, kita masih menunggu kesepakatan dengan pemilik lahan yang tanahnya akan dijadikan tiang kaki jembatan. Itu kan tanah warga," kata Ari di Depok.

Ari menambahkan, keengganan pemilik lahan itu disebabkan lahan yang akan digunakan adalah tempat bisnis. Pemilik lahan khawatir, ketika JPO dipasang, omzet bisnis mereka turun drastis. "Negosiasi dengan warga terus kita usahakan. Bahkan pemilik lahan sudah kita pertemukan dengan Wali Kota. Beberapa memang sudah ada yang memberikan persetujuan," lanjut Ari.

Kesepakatan yang dimaksud Ari di antaranya adalah kompensasi penggantian lahan sebesar Rp 9 juta/meter persegi. Untuk satu tiang kaki JPO, paling tidak dibutuhkan tanah seluas 32 meter persegi. Selain itu, sebelum dibangun, setiap JPO harus memiliki tiang kaki yang sejajar di sebelah timur dan barat jembatan.

"Masalahnya susah sekali mencapai kesepakatan dua titik tersebut untuk satu jembatan. Satu pemilik lahan setuju, sementara pemilik lahan di seberangnya tidak," ujar Ari.

Jika disetujui, maka pada tahun 2013 Jalan Margonda akan dilengkapi tiga jembatan penyeberangan tambahan, di samping dua jembatan yang sudah ada saat ini. Tiga jembatan tersebut rencananya akan menghubungkan Apartemen Melati dan tanah kosong di sebelah Gang Kober, Apartemen Margonda Residence dan Rumah Makan Mang Kabayan, serta yang menghubungkan D'Mall dan Ace Hardware. Sumber pembiayaan proyek itu berasal dari APBD Kota Depok. Ari mengatakan, anggaran untuk pembangunan JPO ini sama dengan anggaran tahun lalu, yakni sebesar Rp 3,9 miliar untuk tiga JPO tersebut atau Rp 1,3 miliar per JPO.

Adapun dua JPO yang sudah ada saat ini menghubungkan Mal Margo City dan Depok Town Square serta Ramayana Mall dan ITC Depok. Keberadaan dua jembatan ini mengundang kritik dari banyak orang karena dianggap hanya memerhatikan keselamatan sebagian orang.

"Masa Pemda cuma memerhatikan keselamatan orang-orang yang sering ke mal. Yang mau menyeberang jalan menuju kampus seperti kita malah terancam keselamatannya," kata Sonny, mahasiswa Universitas Gunadarma, (29/10/2012).

Keberadaan tiga JPO tambahan itu diharapkan dapat memudahkan pejalan kaki yang ingin menyeberang Jalan Margonda. Selama ini jalan tersebut dianggap tidak ramah terhadap pejalan kaki karena tidak memiliki trotoar dan JPO.

Sebagai solusi sementara, Pemkot Depok sudah menyediakan lampu lalu lintas dan speed hump (polisi tidur) di titik-titik yang banyak dilalui penyeberang jalan. Contohnya di depan Gang Kober dan depan Universitas Gunadarma. Kedua titik tersebut selalu ramai digunakan mahasiswa yang pulang ke indekos atau akan menuju kampusnya.

Sayangnya, lampu lalu lintas tersebut tidak efektif karena tidak dipatuhi, baik penyeberang jalan dan pengguna kendaraan. Ini lebih disebabkan lampu lalu lintas terletak di jalan yang lurus, bukan persimpangan. Keberadaan jembatan penyeberangan akan menciptakan rasa aman yang lebih baik bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan di Margonda.
Polda Metro: Laju Pertumbuhan Motor Seperti Air Bah

Polda Metro: Laju Pertumbuhan Motor Seperti Air Bah

20:46


Jakarta - Ditlantas Polda Metro memberikan gambaran tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor tiap tahun selalu bertambah. Pasalnya hal itu dikarenakan tidak seimbangnya laju pertumbuhan volume kendaraan dengan ruas kendaraan jalan.

"Bisa dikatakan pertambahan volume kendaraan sepeda motor itu seperti air bah mengalir dimana ada ruang disana mereka memenuhi ruang tersebut," ujar Wakil direktorat Lalu lintas, AKBP Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/11/2012).

Wahyono mengatakan laju pertumbuhan volume kendaraan di DKI Jakarta bisa tiap harinya bisa bertambah sampai ribuan kendaraan bermotor

"Untuk kendaraan roda dua setiap harinya bisa bertambah 4.000 sampai dengan 5.000, sementara untuk kendaraan roda empat bisa tiap harinya bertambah sampai dengan 1.000 kendaraan, data tersebut berdasarkan BPKB yang keluar dari Ditlantas Polda Metro," ujarnya.

Menurutnya dapat dibayangkan jika laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Ibu kota Indonesia dapat bertambah sampai dengan ribuan perharinya ditambah lagi dengan kesadaran masyakrat akan tertib lalu lintas.

"Jakarta akan macet total, karena stake holder masyarakat tidak peduli melakukan tertib lalu lintas," tuturnya.

Wahyono menjelaskan ketidakseimbangan antara pertumbuhan kendaraan dengan tidak infrastruktur di jalan berbeda jauh.

"Pertumbuhan kendaraan bermotor tiap tahunnya 11,26 %, sementara pertambahan luas jalan tiap setahun jalan 0,01 % seluruh jakarta. Sehingga dapat diperkirakan 10 tahun lagi kita keluar dari garasi sudah macet," jelasnya.

Wahyono mengatakan jika kurangnya kesadaran tertib lalu lintas masyarakat, ditambah kurangnya ruas jalan dengan adanya pasar tumpah, tidak sampai 5 tahun DKI Jakarta akan macet. Ia menambahkan dari hasil pertemuan Kapolda Metro Jaya dengan Gubernur DKI didapatkan beberapa point.

"Salah satunya pemprov DKI Jakarta akan memperdaya petugas Dishub untuk membantu mengatur lalu lintas dengan catatan petugas dishub tidak dapat melakukan penilangan terhadap pelanggar hukum," tandasnya.
Baut Ban TransJ Copot di Kuningan

Baut Ban TransJ Copot di Kuningan

16:47

Jakarta - Saat melaju ke arah Ragunan, bus TransJakarta koridor VI bernopol B 7035 IX tiba-tiba bergoyang. Rupanya, baut ban belakang copot dan penumpang terpaksa dioper.

Pengamatan wartawan, Senin (12/11/2012) sekitar pukul 16.00 WIB, 2 baut ban belakang bagian kiri lepas. Ban bus terlihat menjorok ke dalam.

Bus itu menghentikan lajunya tepat di depan Halte Kuningan Madya Aini. Sedikitnya 20 penumpang bus bertarif Rp 3.500 itu keluar dan bergegas mengosongkan bus.

"Ini ada baut yang copot. Mulai terasa tidak enak. Goyang baru sampai sini (Halte Kuningan Madya Aini)," kata petugas bus TransJakarta, Arya.

Penumpang bus TransJ kemudian dioper ke bus lainnya. 1 Petugas teknisi, dibantu sopir bus melakukan perbaikan.

Bus TransJ selanjutnya dialihkan ke jalur cepat. Pengalihan bus ini sempat membuat lalu lintas tersendat.

Ini adalah kerusakan kesekian kali yang menimpa bus yang diharapkan menjadi solusi kemacetan ini. Sebelumnya, ada ban bus copot hingga ada bus yang terbakar.
Polres Jaksel Razia Parkir Liar

Polres Jaksel Razia Parkir Liar

16:14

Jakarta - Kesemrawutan dan gangguan ketertiban umum yang kerap terjadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi perhatian Polres Metro Jakarta Selatan dan suku dinas terkait. Setelah merazia preman, kini Polrestro Jaksel menertibkan kendaraan-kendaraan yang diparkir secara ilegal.

"Kami akan melakukan penertiban kendaraan yang diparkir di badan jalan. Selama ini, parkiran liar itu menyebabkan kemacetan dan kesemrawutan," kata Kasat Lantas Polres Metro Jaksel Komisaris Hindarsono sebelum menggelar operasi, Senin (12/11/2012).

Operasi tersebut dimulai pukul 11.30 WIB. Polisi lalu lintas bersama Suku Dinas Perhubungan Jaksel melakukan penertiban mulai dari Jalan Wijaya ke arah Santa, berlanjut ke Jalan Walter Monginsidi, Jalan Senopati, Jalan Prapanca, Iskandarsyah, dan Melawai Raya. Hasilnya, petugas menindak sejumlah kendaraan yang diparkir di badan jalan. "Dua belas kendaraan digembok roda, satu diderek ke Polres," ujar Hindarsono.

Selain itu, sebanyak 41 kendaraan ditilang. Dari 12 kendaraan yang digembok roda, lima di antaranya kemudian dilepas karena pemiliknya bersedia ditilang. "Sisa yang masih digembok ada tujuh: empat di Blok M, dua di Jalan Senopati, dan satu di Santa," kata Komandan Regu Penertiban Sudin Perhubungan Jaksel M Tajier.

Kendaraan-kendaraan tersebut akan tetap digembok hingga pemiliknya melapor ke Satlantas Polrestro Jaksel. Hingga siang tadi, baru satu pemilik kendaraan yang mendatangi Mapolrestro Jaksel. Pemilik kendaraan itu dikenai biaya tilang sebesar Rp 250.000. "Semuanya akan ditindak tegas. Ini Jakarta, parkir sembarangan di lokasi umum pasti menyebabkan kemacetan," kata Hindarsono.

Ia memastikan akan terus memantau lokasi-lokasi rawan parkir liar. Penertiban akan dilakukan setiap hari dan kendaraan yang diparkir di badan jalan akan langsung digembok atau ditilang. Hindarsono mengatakan, razia tersebut akan dilakukan secara bertahap, termasuk merazia di kawasan perkantoran di wilayah tersebut.
Truk Terbalik di Jl. Suprapto

Truk Terbalik di Jl. Suprapto

16:07
Truk Angkut Sembako Terbalik di Poros Kendari
Kompas
Kendari - Truk pengangkut sembako bernomor polisi DD 9598 AS terbalik di Jalan R. Suprapto, Kelurahan Sodoha, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (12/11/2012). Kecelakaan itu terjadi saat sopir truk, Suherman (53) berniat memundurkan kendaraannya ke Jalan Kakatua Kelurahan Sodohoa, namun roda belakang bagian kanan truk terperosok ke dalam selokan dan menginjak alas yang sudah lapuk.

Akibatnya, truk yang baru saja tiba dari Makkasar terbalik dan membuat sembako di dalam truk berhamburan di jalan. Meski tidak ada korban jiwa, namun kecelakaan itu mengakibatkan jalan poros macet. Pasalnya, truk sepuluh roda itu menguasai setengah bahu jalan.

Informasi yang dihimpun Kompas.com menyebutkan, sopir truk mengalami luka ringan di bagian tangan kanan, sedangkan empat rekannya yang lain tidak mengalami luka-luka. "Saya kaget sekali sebab saat masuk ke lorong banyak kendaraan yang parkir, jadi saya mundurkan kendaraan tiba-tiba saya rasakan muatan sebelah kanan terasa berat, kemudian saya lihat ban belakang sudah tertanam, sehingga truk tidak bisa saya kendalikan dan jatuh mi," ungkap Suherman.

Salah seorang pengguna jalan, Marwan mengatakan, kecelakaan tersebut mengganggu pengguna jalan lain, apalagi di saat hari kerja seperti ini saat ini. "Bagaimana tidak terganggu dengan keberadaan truk yang berada di pinggir jalan, apalagi truk itu dekat fasilitas kantor dan jalan raya. Bisa saja terjadi kecelakaan," ungkap Marwan.

Mobil Travel Terbakar di Tol Cipularang

Mobil Travel Terbakar di Tol Cipularang

14:42
Mobil Travel Terbakar di Tol Cipularang
Tribunnews


Cikalong Wetan  - Sebuah mobil travel jurusan Jakarta-Bandung terbakar di tol Cipularang KM 110, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Senin (12/11/2012). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tunggal tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebelum ludes terbakar, mobil travel jenis elf itu sempat mengeluarkan bunyi ledakan pada bagian mesin. Saat itu pengemudi mobil City Trans tersebut langsung meminggirkan kendaraannya ke bahu jalan.

Setelah meminggirkan kendaraannya, sang pengemudi, Ratmono (40), kemudian langsung turun untuk mengeluarkan penumpang dari dalam mobil. Saat itu, hanya ada seorang penumpang dalam mobil travel yang hendak menuju Ciwalk Bandung itu.

"Sempat terdengar ada ledakan dari mesin. Kemudian ada asap. Saya sempat mengeluarkan dulu penumpang. Tak berselang lama, kemudian muncul percikan api," kata Ratmono saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (12/11/2012).
Tabrakan Beruntun Terjadi di Sidoarjo

Tabrakan Beruntun Terjadi di Sidoarjo

14:22
tabrakan.JPG

Sidoarjo - Sebuah tabrakan beruntun terjadi di Jalan Raya Jati Kecamatan Sidoarjo, Senin (12/11/2012). Sebuah truk engkel nopol S 8564 N menyenggol sepeda motor Honda Supra nopol AG 3727 X3. Sebelumnya truk bermuatan batu bata ini menabrak  sepeda angin.

Akibat tabrakan ini,pengendara sepeda angin terluka parah. Pun dengan pengendara motor. "Kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit. Kami masih data identitas korban tersebut,"ucap Kanit Laka Polres Sidoarjo Iptu Eka Anggriana, di lokasi kejadian.

Kejadian ditaksir berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.Kala itu truk bermuatan 5.000 batu bata itu melaju dari arah barat menuju timur.Tepat di depan SDN Jati 22, seorang lelaki tua menyeberang memakai sepeda angin."Tiba-tiba nyelonong depan truk saya. Saya sempat ngerem tapi sudah tidak bisa,"ucap Nur Hadianto (32),sopir truk.

Si sopir lalu banting setir ke kiri. Namun sial, di sisi kiri truk melaju sepeda motor AG 3727 XR dari arah yang sama."Akhirnya ketabrak juga,"ucap warga Bangsal Mojokerto ini. Truk akhirnya berhenti setelah sebagian badan truk berada di atas saluran air di pinggir jalan itu.

Akibat kecelakaan ini,arus lalu lintas di jalan itu merambat.Para pengguna jalan terpaksa menurunkan laju kendaraannya karena melewati bodi truk yang berada di bahu jalan itu.Puluhan warga setempat juga berkerumun menyaksikan kecelakaan tersebut.
Jalan DI Panjaitan Macet

Jalan DI Panjaitan Macet

14:13
MACET.JPG

Palembang - Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan DI Panjaitan Palembang, Senin (12/11/2012). Kemacetan cukup panjang, dimulai dari Simpang Tanggatakat hingga depan Stadion Patrajaya.

Penyebab kemacetan karena kurang disiplin pengguna jalan di depan simpang Jalan Pertahanan. Walaupun adanya petugas kemacetan belum teratasi.
Depan Pintu PT Muara Kelingi Selalu Macet

Depan Pintu PT Muara Kelingi Selalu Macet

14:11
KELINGI.JPG

Palembang - Kondisi arus lalu lintas di ruas jalan antara pintu gerbang PT Muara Kelingi menuju Terminal Karya Jaya Palembang, selalu macet.

Meskipun tidak macet total tetapi kendaraan harus merayap hingga belasan menit.

Kondisi seperti sering terjadi disebabkan adanya perbaikan jalan atau keluar masuk kendaraan dari dan dalam terminal.

Pantauan wartawan, Senin (12/11/12), kendaraan merayap selain disebabkan adanya perbaikan jalan juga keluar masuk kendaraan dari dan ke dalam terminal.
Polres Aceh Tamiang Razia Balapan Liar

Polres Aceh Tamiang Razia Balapan Liar

14:07

Kualasimpang - Polres Aceh Tamiang, Sabtu (10/11) malam merazia balapan liar di areal kompleks perkantoran Pemkab Aceh Tamiang. Dalam kegiatan itu polisi berhasil mengamankan 56 unit sepmor dan kini diamankan di Mapolres setempat.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Drs Armia Fahmi melalui Kasatlantas Iptu Musniar S Sos kepada Serambi, Minggu (11/11) mengatakan, tiap malam minggu kompleks perkantoran Pemkab Aceh Tamiang jadi sirkuit dadakan yang digunakan remaja untuk arena balapan liar.

Kondisi ini sangat mengganggu warga karena suara sepmor yang bising karena kendaraan itu menggunakan knalpot blong. Razia tersebut merupakan operasi rutin dan menertibkan knalpot yang blong serta lampu belakang yang silau. “Kita dapat informasi dari warga, banyak kenderaan roda dua yang dimodifikasi knalpotnya dan lampu belakang silau sehingga suara kenderaanya mengganggu,”ujar Musniar.

Ketika sampai di arena balapan liar itu petugas langsung menutup semua akses pintu keluar masuk di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang, sehingga para pembalap tidak bisa keluar. Puluhan remaja yang berkumpul untuk aksi balapan liar tersebut langsung kalang kabut dan berupaya kabur, tapi sia-sia karena pintu komplek perkantoran itu telah ditutup.

Puluhan kenderaan mereka tinggalkan begitu saja dengan kondisi terkunci. Disebutkan, sebanyak 56 unit sepmor tersebut kini diamankan di Satlantas Polres Aceh Tamiang. “Pemilik yang akan mengambil Sepmor mereka harus memperlihatkan kelengkapan surat dan menggantikan knalpot dan lampu belakang yang standar,”ujarnya.

Namun jika anak-anak di bawah umur yang mengendarai sepmor yang diamankan tersebut, tetap diminta orang tuanya yang datang untuk membuat pernyataan. “Jika ada pelanggaran tetap kita proses sesuai aturan hukum yang ada,” tambah Musniar.
Transportasi Empat Kecamatan Terganggu

Transportasi Empat Kecamatan Terganggu

14:05

Kutacane - Oprit atau akses penghubung antara jembatan dengan jalan di jembatan Mbarung, Kecamatan Babussalam, kembali putus menyusul meluapnya sungai Alas. Akibatnya, transportasi dari Kutacane (Babussalam) ke Kecamatan Lawe Alas, Darul Hasanah, Babul Rahmah, dan Tanoh Alas, terganggu. 

Pantauan Serambi di lokasi kemarin, beberapa mobil pribadi dan angkutan umum terpaksa menurunkan penumpangnya di ujung jembatan. Kemudian para penumpang tersebut melalui jembatan dengan jalan kaki, dan kemudian naik angkutan yang menunggu di seberang jembatan. 

Di lokasi juga terlihat sejumlah mobil dumtruk dan armada miliki dinas BMCK Agara menurunkan kerikil untuk menimbun oprit jembatan yang putus tersebut. Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh Tenggara, Ir H Khairul Anwar menyatakan, pihaknya berupaya keras untuk segera memperbaiki kerusakan oprit jembatan tersebut.

Amatan Serambi, oprit (akses penghubung ke jembatan) yang awalnya seluas 12 meter lebih, kemarin hanya tertinggal sekitar 1,5 meter. Akses ini hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dan kendaraan roda tiga (becak).

Tokoh masyarakat Kecamatan Babussalam, Alimen, menuturkan, pada malam itu kawasan Agara diguyur hujan deras sehingga sungai Alas meluap dan mengikis oprit jembatan Mbarung. Ia memperkirakan, peritiwa yang memutuskan oprit jembatan itu terjadi menjelang pagi. “Karena pada malam harinya kenderaan masih bisa melintas. Baru pada pagi hari diketahui jalan itu tak bisa lagi dilintasi karena oprit jembatan amblas,” ujarnya.

Mereka berharap, jembatan itu segera diperbaiki, agar masyarakat dari Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah dan Darul Hasanah dapat dengan mudah melintas khususnya untuk membawa hasil buminya dari ladang untuk dipasarkan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Aceh Tenggara, Ir H Khairul Anwar didampingi stafnya Sapta Marga, kepada Serambi, mengatakan oprit jembatan itu putus akibat dihantam sungai kali Alas. Khairul Anwar menyatakan pihaknya akan mengatasi oprit jembatan yang putus itu secara darurat dengan menimbunnya dengan batu kerikil.

“Penanganan darurat ini kita lakukan kenderaan bisa melintas hari ini juga (kemarin-red). Perbaikan secara permanen kita rencanakan dilakukan mulai Senin besok (hari ini-red). Sebab ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena kalau terus menerus hujan, kita khawatir oprit jembatan itu akan kembali putus karena timbunan itu akan kembali dikikis sungai Alas yang terkenal jantan ini,” ungkap Khairul Anwar.