
Untuk menegakkan disiplin berlalu lintas maupun mengurangi tingkat tawuran pelajar di Jakarta, berbagai cara dilakukan oleh Satuan Polisi Lalu lintas Polda Metro Jaya. Cara terkini yang dilakukan adalah dengan menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah, saat upacara bendera setiap Senin.
Inisiatif ini lahir atas berbagai pertimbangan, di antaranya karena tidak mengganggu jam belajar mengajar di sekolah. Selain itu, dikarenakan sasaran sosialisasi pada usia remaja, yang lebih banyak terdapat di sekolah.
Seperti baru-baru ini, Subdit Dikyasa Polda Metro Jaya mengadakan kegiatan Irup di sekolah SMP N 40,JL Danau Limboto, Jakarta Pusat. Kegiatan di Pimpin Oleh Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Kompol Suzanna Benyamin, SH, diikuti oleh 850 peserta pelajar dan 41 orang guru.
Kompol Suzanna mengatakan, menjadi inspektur upacara di sekolah setiap Senin, merupakan salah program Ditlantas Polda Metro, untuk mengurangi terjadinya pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Pada kesempatan tersebut, Kompol Suzanna mengisi Irup dengan mengingatkan para pelajar, tentang bahaya melanggar peraturan lalu lintas dan tawuran pelajar."Terjadinya kecelakaan sebagian besar disebabkan adanya pelanggaran," ungkap Kompol Suzanna.
Sesuai dengan undang-undang lalu lintas, Ditlantas Polda Metro Jaya melarang keras pelajar SMP mengendarai sepeda motor, karena umur pelajar tersebut belum dibolehkan untuk memiliki SIM. "Untuk memiliki SIM harus umur 17 tahun ke atas," tegas Kompol Suzanna.
Di sisi lain, Kompol Suzanna juga mengimbau agar para orang tua, tidak melepaskan begitu saja anak-anak mereka mengendarai sepeda motor. "Sebaiknya setiap berangkat dan pulang sekolah, diantar oleh orang tua, bukan membawa kendaraan sendiri," tambahnya.
Kegiatan yang dilakukan tersebut, sejauh ini mendapat respon yang sangat bagus bagi pihak sekolah, dan banyak pihak sekolah yang meminta menjadi Irup."Biasanya pihak sekolah yang memberikan nasihat kepada siswanya soal lalu lintas, namun dengan adanya program ini, penyuluhan bisa dilakukan oleh polisi langsung," tutup kompol Suzanna.