Jasa Marga Tambah Dua Ruas Tol Berlawanan Arus

12:24
 

PT Jasa Marga Tbk akan menambah dua ruas tol berlawan arus atau contra flow untuk mengurai kemacetan di ruas tol dalam kota Jakarta.

Contra flow baru ini akan menambah jalur contra flow yang telah berjalan saat ini, yakni Cawang-Semanggi, sehingga menjadi tiga ruas.

Akan ada pemberitaan contra flow baru di depan kantor Perumnas (Cawang) untuk mengurangi kepadatan dari arah Bekasi dan Cibubur serta contra flow arah Kebon Jeruk, ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan di sela-sela peluncuran E-Tollpass di dekat gerbang Tol Cengkareng, kemarin.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menjelaskan, dua ruas tol yang akan diterapkan contra flow, yakni arah Cawang-Rawamangun dan Grogol-Harapan Kita.

Untuk ruas Cawang-Rawamangun, Jasa Marga akan menggandeng operator tol swasta, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Pemberlakukan contra flow ini akan dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB atau saat jam sibuk. Pasca penerapan ini setidaknya bisa mengurai kemacetan hingga 30 persen. Hasil survei dua minggu lagi akan keluar, ungkap Adityawarman.

Resmikan Pintu Tol Canggih

Dahlan meresmikan Pintu Tol Canggih 100 persen made in Indonesia di Gerbang Tol Cengkareng arah Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soeta), kemarin. Alat dengan konsep Gardu Tol Otomatis (GTO) ini, dirancang untuk menangkap sinyal dari pemancar On Board Unit (OBU) versi terbaru yang terpasang di setiap mobil.

Pada tahap awal, pintu ini ditempatkan di 3 titik di DKI Jakarta, yakni gerbang tol Cengkareng, Kapuk dan Cililitan milik PT Jasa Marga Tbk.

Menurut Dahlan, dengan GTO asli buatan PT LEN dan PT Telkom Tbk ini, mobil hanya cukup mengurangi kecepatan tanpa harus berhenti saat memasuki pintu tol otomatis yang terpasang sinyal pemancar untuk menanggap sinyal OBU dari mobil.

Dahlan menjelaskan, alat OBU ini nantinya dijual lebih murah 50 persen dari alat yang pernah dijual saat ini. Karena OBU versi terbaru diproduksi oleh BUMN di Indonesia.

Harga saat ini masih kemahalan Rp 650.000. Nanti alat diproduksi di dalam negeri. Itu LEN bisa produksi dengan harga separuh, tambahnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »