Polda Metro Jaya Punya Program Batasi Kendaraan

15:37


Jumlah kendaraan yang melintas di jalanan Ibu Kota sudah sangat akut. Kebijakan 3 in 1, atau bahkan pembatasan plat nomor ganjil-genap (GG) dirasa hanya sedikit mengurangi kemacetan, karena masih banyak celah. Di antaranya pemilik mobil yang berbondong-bondong mengganti plat nomor sejak Minggu (3/3).

Polda Metro Jaya sadar hal itu, dan kini sejumlah program unggulan yang seirama dengan model pembatasan kendaraan sedang dikaji. Setelah semua siap, secepatnya akan diberlakukan.

Yang jelas, program unggulan ini masih dalam proses pengkajian termasuk bagaimana pola penegakan hukumnya, manual atau pun elektronik, urai Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono .

Berbasis Digital Terintegrasi
Lalu, apa saja yang menjadi topik kajian? Wahyono menjelaskan secara detail, dan ternyata cukup banyak. Salah satu cukup menarik adalah Electronic Registrasi & Identification (ERI) sebagai upaya pendataan berbentuk digital alias paperless. Kegunaannya banyak, termasuk mendukung program Electronic Traffic Control (ERT), Electronic Road Pricing (ERP), data pajak kendaraan bermotor, hingga parkir.

"Kalau ERI sudah berjalan, semua akan terintegrasi dan lebih mudah menerapkan program unggulan, termasuk mempermudah identifikasi curanmor serta penegakan hukum elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ ETLE), beber Wahyono.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga melakukan revitalisasi tugas pokok dan fungsi Regional Traffic Management Centre (RTMC), penjajakan dengan BRI untuk membuat Program E-Banking dengan berbasis pada ERI, membuat kajian-kajian tentang tentang ETLE, hingga menyusun regulasi pendukung pemberlakuan ERI.

"Kami butuh SDM yang berkarakter dan berkemampuan teknologi berbasis IT. Dan sudah berjalan forum diskusi dengan pakar transportasi sebagai langkah awal pemberlakuan program-program pembatasan kendaraan termasuk GG,"urainya.

So, kapan diberlakukan? Wahyono tidak bicara waktu. "Setelah semua stake holder menyatakan siap dengan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, barulah program itu dapat dilaksanakan," tutup perwira menengah itu.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »