Jakarta - Banyaknya pedagang serta adanya
laporan masyrakat yang menyebut jika kawasan Kanal Banjir Timur (KBT)
kerap dimanfaatkan remaja putra maupun putri sebagai lokasi berpacaran,
membuat Satpol PP Jakarta Timur mengambil langkah antisipasi dengan
melakukan sterilisasi di kawasan tersebut mulai pukul 15.00-05.00.
Sebanyak 150 personil disiagakan dalam sterilisasai yang dilakukan
setiap hari tersebut.
"Banyaknya pedagang maupun pengunjung terutama pada malam Minggu membuat kami mengambil langkah antisipasif dengan menyiagakan sebanyak 150 personil. Secara persuasif baik pedagang maupun pengunjung kita halau agar kawasan KBT steril dari pedagang maupun pengunjung terutama yang berkunjung hingga larut malam," ujar Syahdonan, Kasatpol PP Jakarta Timur.
Langkah yang diambil ini, kata Syahdonan, sebagai salah satu cara untuk mencegah semakin menjamurnya para pedagang maupun pengunjung yang datang hingga larut malam. "Para pedagang yang datang kebanyakan justru dari luar Jakarta Timur. Makanya kita halau biar tidak menjamur nantinya," kata Syahdonan.
Selain personil Satpol PP yang berasal dari tingkat kota dan kecamatan, ditambahkan Syahdonan, pihaknya juga menyertakan sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Durensawit yang menerjunkan 11 personil. "Jika muda-mudi atau pengunjung lainnya berkunjung untuk berkreasi tidak masalah karena KBT memang ruang publik. Tapi kalau kedapatan melakukan aktifitas menyimpang tentu akan kita serahkan kepada kepolisian untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.
Pihaknya, tambah Syahdonan, juga mencoba menyerap aspirasi masyarakat dengan membentangkan kain putih sepanjang tiga meter di jembatan KBT Cipinang Indah. Masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya dengan menuliskan keinginannya di kain putih tersebut
Bahroni (34), salah satu pengunjung KBT mendukung langkah sterilisasi dan pengamanan yang dilakukan Satpol PP agar situasi KBT tetap kondusif dan tidak disalahgunakan. "Saya dukung biar di KBT bisa lebih tertib dan kalau malam Minggu tidak dijadikan sebagai tempat pacaran atau minum-minuman keras," tandasnya.
"Banyaknya pedagang maupun pengunjung terutama pada malam Minggu membuat kami mengambil langkah antisipasif dengan menyiagakan sebanyak 150 personil. Secara persuasif baik pedagang maupun pengunjung kita halau agar kawasan KBT steril dari pedagang maupun pengunjung terutama yang berkunjung hingga larut malam," ujar Syahdonan, Kasatpol PP Jakarta Timur.
Langkah yang diambil ini, kata Syahdonan, sebagai salah satu cara untuk mencegah semakin menjamurnya para pedagang maupun pengunjung yang datang hingga larut malam. "Para pedagang yang datang kebanyakan justru dari luar Jakarta Timur. Makanya kita halau biar tidak menjamur nantinya," kata Syahdonan.
Selain personil Satpol PP yang berasal dari tingkat kota dan kecamatan, ditambahkan Syahdonan, pihaknya juga menyertakan sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Durensawit yang menerjunkan 11 personil. "Jika muda-mudi atau pengunjung lainnya berkunjung untuk berkreasi tidak masalah karena KBT memang ruang publik. Tapi kalau kedapatan melakukan aktifitas menyimpang tentu akan kita serahkan kepada kepolisian untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.
Pihaknya, tambah Syahdonan, juga mencoba menyerap aspirasi masyarakat dengan membentangkan kain putih sepanjang tiga meter di jembatan KBT Cipinang Indah. Masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya dengan menuliskan keinginannya di kain putih tersebut
Bahroni (34), salah satu pengunjung KBT mendukung langkah sterilisasi dan pengamanan yang dilakukan Satpol PP agar situasi KBT tetap kondusif dan tidak disalahgunakan. "Saya dukung biar di KBT bisa lebih tertib dan kalau malam Minggu tidak dijadikan sebagai tempat pacaran atau minum-minuman keras," tandasnya.