Kendaraan Roda Dua Dilarang Lewat JLNT Kp. Melayu - Tn. Abang

18:28
NTMC, Jakarta – Gubernur DKI, Jokowi meresmikan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Senin (30/12). Pengoperasian sarana ini diharapkan mampu mengurai kemacetan hingga 30 persen di lintas yang menghubungan wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Jokowi mengaku lega dengan selesainya proyek bernilai Rp840 miliar ini. Menurut orang nomor satu di ibukota ini hanya diperuntukkan bagi mobil pribadi. Sedangkan untuk angkutan umum dan sepeda motor tetap melaju di bawahnya.

Pelarangan pengendara sepeda motor untuk melintas di JLNT kata Jokowi karena ketinggian jalan layang ini tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan roda dua. “Di beberapa titik ada yang ketinggiannya 18 meter sehingga berbahaya untuk sepeda motor,” ujar Jokowi usai meresmikan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang ruas Casablanca- Mas Mansyur di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2013).

Seperti diketahui pembangunan JLNT Kampung Melayu – Tanah Abang dibangun mulai tahun 2010 dengan pagu anggaran multy yeras sebesar Rp840 miliar. Pengerjaan proyek terbagi dalam empat segmen oleh tiga kontraktor. Paket Casablanca dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya dan PT Wijaya Konstruksi. Paket Dr Satrio dikerjakan PT Adhi Karya. Dan paket Mas Mansyur dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Sumber Sari dengan subkontraktor PT Nindya Karya.

Penyelesaian JLNT tahun ini dianggarkan dalam pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI dengan total nilai Rp101,5 miliar. Dengan rincian pembangunan jalan layang paket KH Mas Mansyur sebesar Rp64 miliar, Paket Casablanca Rp2 miliar, Paket Jl Prof Dr Satrio Rp21,5 miliar, anggaran pembangunan ramp on off barat Rp1,5 miliar dan ramp on off timur Rp12,5 miliar. Jalan layang itu membentang di atas Jalan Casablanca, Satrio dan Mas Mansyur serta melintang di atas Jalan Jenderal Sudirman.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »