Jakarta - Musim banjir melanda setiap wilayah di
Jakarta Barat. Untuk membantu pengamanan dan kemacetan Polres Jakarta
Barat membentuk Tim Pengurai Kemacetan dan Penindak Pemalakan.
Menurut Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran jumlah tim pengurai kemacetan ada 30 orang. Mereka akan mengatur lalu lintas yang mengalami genangan.
"Kalau ada kemacetan dan genangan petugas akan melakukan public addres atau memberikan informasi jalan alternatif kepada warga," ujar Fadil dalam kunjungannya ke Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Selasa (21/1/2014).
Fadil menjelaskan, selain pengurai kemacetan petugas khusus itu juga akan menindak para pak ogah musiman yang tiap kali memaksa warga. Mereka juga menjaga fasilitas-fasilitas umum selama banjir.
"Kan banyak ojek-ojek dan gerobak yang mangkal ditempat-tempat banjir. Jika mereka melakukan pemaksaan mereka akan ditindak," jelas Fadil.
Fadil juga menambahkan, selain membantu kemacetan,tim pengurai kemacetan ini juga bertuga menjaga tempat-tempat pengungsian. "Dan kalau malam mereka melakukan patroli ke tempat-tempat pengungsian," tutup Fadil.
Menurut Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran jumlah tim pengurai kemacetan ada 30 orang. Mereka akan mengatur lalu lintas yang mengalami genangan.
"Kalau ada kemacetan dan genangan petugas akan melakukan public addres atau memberikan informasi jalan alternatif kepada warga," ujar Fadil dalam kunjungannya ke Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Selasa (21/1/2014).
Fadil menjelaskan, selain pengurai kemacetan petugas khusus itu juga akan menindak para pak ogah musiman yang tiap kali memaksa warga. Mereka juga menjaga fasilitas-fasilitas umum selama banjir.
"Kan banyak ojek-ojek dan gerobak yang mangkal ditempat-tempat banjir. Jika mereka melakukan pemaksaan mereka akan ditindak," jelas Fadil.
Fadil juga menambahkan, selain membantu kemacetan,tim pengurai kemacetan ini juga bertuga menjaga tempat-tempat pengungsian. "Dan kalau malam mereka melakukan patroli ke tempat-tempat pengungsian," tutup Fadil.