Showing posts with label Korlantas. Show all posts
Showing posts with label Korlantas. Show all posts

Petugas Akan Lakukan Rekayasa Lalin Di Jalur Nagreg Jumat Depan

15:14



NTMC POLRI - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung berencana melakukan rekayasa lalu lintas mendekati puncak arus mudik yang akan jatuh pada Jumat 23 Juni 2017 pada malam hari, di sejumlah titik kemacetan yang berada di Jalan Raya Nagreg.

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, daerah tersebut menjadi pusat kemacetan saat puncak arus mudik sudah berlangsung. Oleh karena itu, pihak Dishub akan memberlakukan satu arah di kawasan Limbangan dan Cikaledong. Sebab,

Cikaledong dan Limbangan kepadatan dikedua arah tersebut maka akan ada dilakukan one way atau satu arah maupun dari arah sebaliknya.

Pihak Dishub telah melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian untuk mengantisipasi menumpuknya kendaraan di beberapa daerah, yang terkenal menjadi pusat kemacetan saat arus mudik.

Laporkan Petugas Jika Supir Angkutan Mudikmu Ugal-Ugalan!

14:25



NTMC POLRI - Bagi para pemudik yang akan menggunakan transportasi umum darat dihimbau
Dirlantas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Imam Setiawan muntuk melaporkan kepada petugas jika ada sopir ugal-ugalan di jalan.

Imam berharap pemudik proaktif untuk menegur sopir yang ugal-ugalan atau ngantuk saat menjalankan kendaraan.

Jika sudah ditegur atau diperingatkan, sopir tidak juga mengindahkan, maka penumpang bisa turun dan melapor ke pos polisi yang ada di sekitarnya. Di sepanjang jalan dipastikan ada pos-pos polisi.

Imam juga mengatakan telah mengistruksikan semua polres di kabupaten/kota di Provinsi Sulteng untuk mengawasi dan mengamankan jalur-jalur yang akan dilewati angkutan mudik Lebaran di daerah atau wilayah masing-masing.

Pihaknya juga mengupayakan untuk memasang tanda peringatan di setiap titik-titik jalur rawan bencana alam tanah longsor dan kecelakaan lalu lintas dengan tanda segitiga merah.

Dengan demikian, setiap bus yang lewat akan ekstra hati-hati atau mengurangi kecepatan kendaraan karena di kawasan tersebut rawan tanah longsor dan kecelakaan lalu lintas.

"Tugas kami membuat nyaman dan aman bagi para pemudik Lebaran," kata Imam.

Imam berharap semua petugas total dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Jangan meninggalkan posko jika sedang bertugas," pinta dia.

Jalur mudik rawan yang mendapat perhatian khusus adalah jalur nasional Taweli-Toboli atau lebih dikenal kawasan "Kebun Kopi". Jalur itu, kata Imam, rawan longsor dan kecelakaan karena memiliki banyak tikungan tajam dan disisi kiri/kanan jalan adalah tebing dan jurang cukup dalam.

Jalur rawan lain adalah Poso-Luwuk, Tentena-Taripa, Kolaka-Beteleme dan Tambu-Kasimbar serta Palu-Napu.

Hari Ketiga Ops Ramadniya 2017 Kakorlantas Sapa Langsung Para Pemudik

13:28
NTMC POLRI - Hari ketiga pelaksanaan Operasi Ramadniya 2017, Kepala Korps Polisi Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, M.M.. melakukan pantauan langsung kondisi arus mudik lebaran di sepanjang jalur mudik. 

Pada titik pertama pantauan Kasatlantas Polri berhenti di Gerbang Tol Cikarang Utama. manager gerbang tol cikarang utama Malvian melaporkan  kepada Kakorlantas Polri bahwa tingkat volume kendaraan yang melintas gerbang Cikarang Utama sudah ada peningkatan.


"Peningkatan volume kendaraan sudah terlihat sejak Sabtu lalu", ujar Malvian kepada Kakorlantas. 

Kakorlantas Polri mengatakan, hingga Senin sampai Selasa kenaikan volume kendaraan sudah mencapai 80% dari hari2 biasa.

"Semoga puncaknya tidak tinggi, karena pemudik sudah berangsur-angsur melintas", ujar Kakorlantas.

Antisipasi rekayasa lalu lintas akan dilakukan pada Gerbang Tol Cikarang Utama bila terjadi antrian panjang, seperti jemput bola, maksimal pembukaan gate, untuk contra flow dan free tiket adalah  pengambilan langkah terakhir bila memungkinkan.

"Ya bisa juga nanti di gratiskan tol nya, namun ini langkah yang paling akhir", tambah Royke.

Selama pantauan di gerbang tol cikarang utama Kakorlantas juga menyapa para pengemudi dan memberikan imbauan serta peta mudik kepada beberapa pemudik.

Rencananya Kakorlantas akan terus berada di jalur mudik selama Operasi Ramadniya 2017, khususnya pada jalur yang kini menjadi fokus perhatian masyarakat adalah tol fungsional Kaligangsa-Grinsing. Dengan mengendarai Komando Mobil (Komo) Kakorlantas juga bisa memantau langsung kondisi lalu lintas disejumlah daerah, karena Komando Mobil sudah dilengkapi dengan CCTV yang terintegrasi dengan NTMC POLRI.

Ini Proses Mekanisme Pengambilan SIM/STNK via e-Tilang

16:17

NTMC – Korlantas Polri yang mengenalkan Program aplikasi elektronik tilang (e-tilang) sangat mengharapkan dengan adanya e-tilang bisa mengurangi praktik percaloan dan transaksi antara pelanggar dengan polisi.

Bagi para pelanggar lalulintas, ini mekanisme bila pelanggar yang ditilang oleh polisi dan ditahan SIM/STNK kendaraanya dapat mendapatkannya kembali.

Kakorlantas Polri Irjen Agung Budi Maryoto menjelaskan, saat pelanggar ditilang, polisi langsung memasukkan data pelanggaran dan data pelanggar ke program e-tilang. Setelah itu, polisi akan memberi tahu kepada pelanggar berapa denda yang harus mereka bayar.

Selanjutnya, pelanggar bisa membayar denda tersebut kepada Bank BRI yang sudah bekerja sama dengan kepolisian. Setelah membayar ke bank, struk pembayaran dibawa kembali kepada polisi. Setelah menunjukkan struk kepada petugas, SIM atau STNK yang ditahan bisa langsung diambil saat itu juga. Sedangkan di sistem e-tilang yang dimiliki polisi, bila pelanggar sudah membayar akan berubah warna, dari merah ke hijau, papar Agung.

Nantinya uang yang dibayarkan pelanggar ke Bank BRI langsung masuk kepada kejaksaan dan pengadilan setempat sehingga tidak ada lagi praktik pungli oleh polisi kepada masyarakat. Proses pun akan lebih cepat dan mudah. Selain itu pelanggar tidak perlu lagi mengantre di pengadilan untuk sidang. Tentunya e-tilang jawaban dari keluhan masyarakat soal percaloan saat sidang silang. Serta untuk memotong rantai birokrasi,” tutupnya.

‘e-Tilang Ops.Zebra 2016’ Ditlantas Polda Metro Sediakan Loket Bank Mobile

16:14

NTMC – Selama delapan hari pelaksanaan Operasi Zebra 2016, Kamis (24/11/2016), Polda Metro Jaya diketahui telah menilang 54.138 pelanggar. Para pelanggar yang ditilang adalah yang melakukan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalulintas.

Disamping itu, Ops. Zebra 2016 kali ini pun terkait upaya peningkatan dalam hal pelayanan masyarakat secara profesional, modern, dan terpercaya. Korp. Lalulintas Polri pun sekaligus mensosialisasikan program e-Tilang. Di mana, dalam program e-Tilang ini, masyarakat juga harus membayar denda tilang ke bank.

Mengetahui masih banyaknya pelanggar lalulintas, untuk mempercepat proses tilang dalam Operasi Zebra 2016, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan loket bank mobile BRI. Loket khusus ini mempermudah pembayaran denda tilang para pelanggar secara langsung melalui BRI.

BRI mobile tersedia di beberapa lokasi penertiban, di antaranya di Gandaria dan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto saat ditemui mengatakan, upayanya menggandeng BRI bertujuan untuk mengoptimalkan proses tilang. Untuk para pelanggar kita berikan tilang slip biru yang berarti masyarakat bisa melakukan pembayaran via bank dan kita siapkan fasilitas bank di lokasi penertiban.

“Tujuannya dalam hal ini yakni, untuk membiasakan masyarakat pelanggar menitipkan denda ke bank, sehingga petugas dengan pelanggar tidak bersentuhan langsung terutama yang berhubungan dengan masalah-masalah uang,” pungkasnya.

Dirlantas : Info Situasional Rekayasa Lalin 4 November

13:36

NTMC – Terkait aksi unjuk rasa 4 November 2016, Polisi pun siap melakukan rekayasa arus lalu lintas jelang aksi demonstrasi hingga pasca demo. Diketahui, aksi massa akan berpusat di sekitaran Monas Jakarta Pusat.

Kasubdit Bid Gakum Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, saat dikonfirmasi menyampaikan,”Mengenai penutupan jalan sifatnya mengikuti atau situasional tergantung di lapangan. Namun pihaknya sudah siap mengawal jalannya aksi demonstrasi tersebut,”.

Kepada para pengendara kendaraan dihimbau agar dan supaya tetap mematuhi peraturan yang ada imbuhnya Budiyanto.

Dia menambahkan, pada Jumat nanti juga tidak ada pemberlakuan khusus. Ganjil- genap dan larangan motor melintasi Thamrin- Medan Merdeka Barat tetap berlaku.

Berikut info pengalihan arus yang akan diterapkan:

1.Massa berkumpul di kantor Bareskrim (Kementerian Kelautan dan Perikanan).
  •  Arus dari Gajah Mada yang mengarah Jalan Merdeka Timur. Jl Gajah Mada – Jl Juanda – Jl Gunung Sahari dan seterusnya. Arus yang datang dari Tugu Tani/Kebon Sirih mengarah Merdeka Timur.
  • Tugu Tani/ Kebon Sirih-Merdeka Selatan – Jl MH Thamrin dstnya. Arus dari Senin dialihkan ke Cikini Raya -Jl Diponegoro – Jl Salemba Raya dan seterusnya. Arus dari Merdeka Barat/ Budi Kemuliaan Mengarah Merdeka Timur. Arus dari Budi Kemuliaan dialihkan ke Jl Merdeka Barat atau ke Jl Thamrin dan seterusnya.
2. Massa berkumpul di Balai Kota DKI.
  •  Arus dari Tugu Tani yang akan mengarah ke Jln Medan Merdeka Selatan. Tugu Tani – Ridwan Rais – Jl Merdeka Timur – Jl Merdeka Utara atau ke Jl Perwira – Lap Banteng – Pasar Baru/ Veteran. Raya- Jl Gunung Sahari.dstnya. Arus lalin dari Senin dialihkan ke Jl Cikini Raya – Jl Diponegoro – Jl Salemba Raya dan seterusnya. 
  • Arus lalu lintas dari Merdeka Barat/ Budi Kemuliaan yang akan mengarah Jl Merdeka Selatan-Jl Budi Kemuliaan- belok kanan ke Jl MH Thamrin- Jl Sudirman dan seterusnya atau ke Jl Merdeka Barat – Jl Majapahit – Harmoni dan seterusnya.
3. Massa berkumpul di depan Istana.
  •  Arus dari Jl Gajah Mada mengarah Jl Merdeka barat. Jl Gajah Mada-Jl Juanda – Jl Pasar baru- Jl Gunung Sahari – atau ke Lap Banteng – Jl Pejambon – Jl Merdeka Timur – Ridwan Rais Tugu Tani dan seterusnya.
  • Arus dari Budi Kemuliaan yang mengarah ke Patung Kuda. Budi Kemuliaan – Jl Majapahit – Harmoni dan seterusnya. Arus dari Tugu Tani/ Merdeka Selatan mengarah patung Kuda. Tugu Tani – Merdeka selatan belok ke kiri ke Jl MH Thamrin-Jl Sudirman dan seterusnya atau Tugu Tani-Ridwan Rais – Jl Merdeka Timur – Jl Perwira – Jl Veteran Raya atau ke Jl Pasar Baru – Jl Gunung Sahari seterusnya.
4. Apabila terjadi kepadatan di Jl Merdeka Barat maka arusnya diberlakukan:
  • Arus dari Semanggi ke Bundaran HI. Bundaran HI – Jl Sutan Sahril – Jl Agus Salim dan seterusnya atau Bundaran HI – Jl Imam Bonjol – Jl Diponegoro seterusnya.
5. Apabila terjadi kepadatan di Sepanjang Protokol Sudirman Thamrin , Semanggi akan digunakan sebagai titik alih arus.
  •  Arus dari Kuningan diluruskan ke Slipi baik arteri maupun jalan tol. Arus lalin dari Slipi diluruskan ke Kuningan dan seterusnya baik arteri maupun jalan tol