
Keberadaan contra flow
(lawan arus) di Tol Dalam Kota, tepatnya di kilometer 3+050 hingga 8+600
dari arah Cawang menuju Slipi makin efektif. Kemacetan di Tol setiap harinya bisa direduksi sekitar 25 persen.
Selama contra Flow diberlakukan dari pukul 06-00 hingga 10.00 WIB, kendaraan yang melintas di Tol Dalkot, dari arah Cawang menuju Slipi setiap harinya sekitar 18.000 kendaraan. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 kendaraan menggunakan lajur contra flow. Artinya, sekitar 25 persen kendaraan menggunakan lajur contra flow.
Selama contra Flow diberlakukan dari pukul 06-00 hingga 10.00 WIB, kendaraan yang melintas di Tol Dalkot, dari arah Cawang menuju Slipi setiap harinya sekitar 18.000 kendaraan. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 kendaraan menggunakan lajur contra flow. Artinya, sekitar 25 persen kendaraan menggunakan lajur contra flow.
Contra flow
mampu menyedot kemacetan di dalam tol sepanjang 5,5 kilometer. Itu berarti kemacetan
mampu direduksi sekitar 25 persen.
Kontra
arus diberlakukan mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan
hanya diberlakukan pada hari kerja saja dan pengguna jalan tol agar
tidak kaget dengan sistem ini. Tujuannya agar tidak ada antrean
kendaraan di Tegal Parang.
Selama contra flow diberlakukan, bahu jalan Tol Dalam kota dari arah Slipi menuju Cawang hijau. Bagi kendaraan yang melintas di Tol Dalam Kota dari arah Slipi menuju Cawang bisa menggunakan bahu jalan. Bahu jalan tersebut hanya bisa digunakan selama contra flow.