Surabaya -
Pemkot Surabaya mulai tahun ini akan membangun akses jalan menuju ke
Gelora Bung Tomo. Akses jalan yang 80 persen lahannya milik pengembang
tersebut nantinya menghubungkan tol Surabaya-Gresik dan tembus ke tol
Surabaya-Gempol hingga tol Surabaya-Mojokerto.
"Insya Allah tahun ini akan dilelang tahap pertama pembangunan akses jalan menuju ke Gelora Bung Tomo," kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini usai menghadiri acara Wisata Panen Raya Kebor Bareng di Sidorejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Minggu (20/5/2012).
Ia menerangkan, pembangunan tahap pertama ini mulai dari Tol Surabaya-Gresik hingga ke Jalan Raya Benowo. Pembangunan akses jalan baru yang nantinya akan dinamai Jalan Bung Tomo ini hampir 80 persen menggunakan lahan kosong milik pengembang.
"Ini nanti jalan baru namanya Jalan Bung Tomo. nanti tol itu akan kita bukan pintu baru yang untuk akses ke stadion," tuturnya.
Risma mengaku yakin, pembangunan tahap pertama tidak akan mendapat kendala. Karena hanya ada beberapa rumah warga yang terkena pembebasan jalan baru itu.
"Kenapa saya optimis, karena 80 persen tanahnya bukan warga, tapi tanahnya pengembang. Ada pembebasan rumah warga yang ujung-ujungnya ke Jalan Raya Benowo," terangnya.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menambahkan, anggaran untuk pembangunan akses jalan menuju ke Gelora Bung Tomo hingga Jalan Raya Benowo sudah disiapkan. Bahkan, pembangunan jalan ini akan dilelang.
"Tahun ini sudah ada anggarannya. Aku lupa anggarannya berapa. Insya Allah nanti akan dilelang," jelasnya.
Seperti diketahui, bahwa Gelora Bung Tomo (GBT) saat ini sudah berdiri megah di tengah areal tambak di kawasan Pakal. Bahkan gedung kebanggaan warga Surabaya itu sudah menjadi tempat pertandingan sepakbola antara Persebaya 1927 dengan tim lainnya.
Sayangnya, akses jalan menuju ke GBT tersebut kurang layak dan kondisinya sempit. Tak ayal, antrean panjang dan macet tak terelakkan ketika digelarnya pertandingan sepak bola Persebaya terutama melawan Arema maupun klub dari Malayasia.
"Insya Allah tahun ini akan dilelang tahap pertama pembangunan akses jalan menuju ke Gelora Bung Tomo," kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini usai menghadiri acara Wisata Panen Raya Kebor Bareng di Sidorejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Minggu (20/5/2012).
Ia menerangkan, pembangunan tahap pertama ini mulai dari Tol Surabaya-Gresik hingga ke Jalan Raya Benowo. Pembangunan akses jalan baru yang nantinya akan dinamai Jalan Bung Tomo ini hampir 80 persen menggunakan lahan kosong milik pengembang.
"Ini nanti jalan baru namanya Jalan Bung Tomo. nanti tol itu akan kita bukan pintu baru yang untuk akses ke stadion," tuturnya.
Risma mengaku yakin, pembangunan tahap pertama tidak akan mendapat kendala. Karena hanya ada beberapa rumah warga yang terkena pembebasan jalan baru itu.
"Kenapa saya optimis, karena 80 persen tanahnya bukan warga, tapi tanahnya pengembang. Ada pembebasan rumah warga yang ujung-ujungnya ke Jalan Raya Benowo," terangnya.
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menambahkan, anggaran untuk pembangunan akses jalan menuju ke Gelora Bung Tomo hingga Jalan Raya Benowo sudah disiapkan. Bahkan, pembangunan jalan ini akan dilelang.
"Tahun ini sudah ada anggarannya. Aku lupa anggarannya berapa. Insya Allah nanti akan dilelang," jelasnya.
Seperti diketahui, bahwa Gelora Bung Tomo (GBT) saat ini sudah berdiri megah di tengah areal tambak di kawasan Pakal. Bahkan gedung kebanggaan warga Surabaya itu sudah menjadi tempat pertandingan sepakbola antara Persebaya 1927 dengan tim lainnya.
Sayangnya, akses jalan menuju ke GBT tersebut kurang layak dan kondisinya sempit. Tak ayal, antrean panjang dan macet tak terelakkan ketika digelarnya pertandingan sepak bola Persebaya terutama melawan Arema maupun klub dari Malayasia.