Karawang-Warga Karawang bagian selatan melakukan aksi pemblokiran jalan dan penyegelan portal pertigaan Badami. Akibatnya, Jalan raya Badami-Loji Kabupaten Karawang, Jawa Barat, nyaris lumpuh selama lebih dari tiga jam.
Pemblokiran itu dilakukan karena kecewa kepada pemerintah daerah setempat yang tidak kunjung memperbaiki jalan raya Badami-Loji. Para pengunjuk rasa melakukan aksi pemblokiran jalan di beberapa titik sepanjang jalan raya Badami-Loji. Mereka yang melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor dari Loji pada awalnya memblokir jalan raya Badami-Loji di Dusun Nyongkokod, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat.
Aksi pemblokiran jalan di Dusun Nyongkokod itu berlangsung sekitar kurang dari dua jam. Setelah melakukan orasi secara bergantian di lokasi itu, para pengunjuk rasa kembali melanjutkan konvoi ke pertigaan Badami.
Di pertigaan Badami, para pengunjuk rasa kembali memblokir jalan dan menyegel portal, menutup portal itu dengan cara mengelasnya yang sebelumnya dibuka-tutup oleh petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Karawang.
Akibat aksi pemblokiran dan penyegelan portal di pertigaan Badami, terjadi kemacetan panjang pada ruas jalan Badami-Loji arah Loji ke Badami. Kemacetan diperkirakan mencapai 5 kilometer.
Sementara kendaraan dari arah Badami menuju Loji tidak bisa melintas akibat pemblokiran dan penyegelan portal tersebut. Sejumlah kendaraan besar yang mengangkut barang ke perusahaan-perusahaan yang berlokasi di daerah Karawang bagian selatan pun terhambat.
Jalan raya Badami-Loji, tepatnya beberapa kilometer dari pertigaan Badami lumpuh sejak siang sampai sore akibat aksi pemblokiran jalan dan penyegelan portal warga setempat di pertigaan Badami.
Dari keterangan warga, kondisi kerusakan jalan diperparah dengan dibolehkannya kendaraan besar yang bertonase di atas 10 ton melintasi jalan itu oleh petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Karawang, di pertigaan Badami.
Atas hal tersebut, para pengunjuk rasa melakukan penyegelan portal di pertigaan Badami dengan mengelas bagian atas portal tersebut, agar kendaraan besar tidak bisa masuk jalan Badami-Loji.
"Portal itu sudah kami las dan kami tidak mau tahu, petugas tidak boleh membuka las portal yang kami lakukan. Sebab jika portal itu dibuka kembali, kendaraan besar tetap akan masuk jalan Badami-Loji," ujar salah seorang pengunjuk rasa.