MRT Bakal Berada 15 Meter di Bawah Tanah

15:30
Jakarta - Kemacetan merupakan momok bagi masyarakat DKI Jakarta. Berbagai program pembenahan transportasi dijalankan untuk membenahi kemacetan, salah satunya adalah proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta. Proyek yang banyak mengundang perdebatan di masyarakat ini rencananya dibangun tahun depan. Lantas bagaimana gambaran fisik proyek ini?

"Untuk pembangunan tahap pertama, ada tujuh stasiun yang melayang dan enam stasiun di bawah tanah sedalam 15 meter," kata Direktur Prasarana Perkeretaapian Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Arief Heryanto.

Pembangunan tahap pertama sepanjang 15,2 kilometer ini merupakan bagian dari rencana pembangunan koridor Lebak Bulus sampai Kampung Bandan. Tahap pertama, pembangunan dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Arief mengatakan, pada tahap pertama ini, tujuh stasiun yang melayang adalah Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamaraja. "Kemudian memasuki Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI, MRT akan tenggelam," katanya.

Menurut Arief, di sepanjang jalur Senayan hingga Bundaran HI, ada saluran air yang jaraknya 5 meter di bawah permukaan tanah, sehingga MRT akan berada di bawah saluran air tersebut. "Dan akan dibuat lubang-lubang ke permukaan untuk menyedot oksigen," ujarnya.

Sedangkan untuk pembangunan tahap kedua sepanjang 8,1 kilometer, yaitu Stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Jakarta Kota, dan stasiun terakhir, yaitu Kampung Bandan, keseluruhan ada di bawah tanah.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »