
Minimnya lahan parkir menyebabkan pengendara kerap memarkir
kendaraannya di badan jalan dengan sembarangan sehingga jadi parkir
liar. Di Jakarta Selatan misalnya ada 24 kawasan rawan parkir liar yang
menyebabkan kemacetan.
Kepala Seksi Penertiban Suku Dinas Perhubungan Jaksel, AB Nahor
menuturkan 24 kawasan rawan parkir liar baik mobil dan motor menjadi
target intensif penertiban yang rutin dilakukan.
“Penertiban terhadap kawasan rawan parkir liar kini lebih digenjot
lagi untuk mengurai simpul-simpul kemacetan lantaran minimnya areal
parkir yang tersedia,” ujarnya, .
Di antara 24 lokasi parkir liar yakni kawasan Kantor Walikota Jaksel,
sekitar Gandaria City, Kebayoran Lama, Pakubuwono, Jl Bulungan Raya, Jl
Melawai Raya, Jl Abdullah Syafei Tebet, Jl TB Simatupang dan Jl Kapten
Tendean Trans TV.
Penertiban tersebut diakui Nahor dilakukan secara bertahap. Khusus
parkir liar di depan Apartemen Pakubowono Residence, Kebayoran Baru,
sejumlah kendaraan sudah sering digembok karena membuat macet lalu
lintas di sekitarnya.
Hanya saja untuk menertibkan parkir liar motor pihaknya harus berkolaborasi dengan Satlantas Polres Metro Jaksel.
Meminimalisir kemacetan yang masih menjadi momok, Sudin Perhubungan
Jaksel tahun ini akan menambah pemasangan rambu larangan parkir di badan
jalan.
“Pasca ditertibkan, kami akan membuat pembatas supaya tidak lagi
diserobot untuk kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan,” kata
Nahor.